Disperin Kalsel Jajaki Kerja Sama Ekspor Kerajinan UMKM ke Jepang

PELUANG EKSPOR: Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk kerajinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ke pasar internasional - Foto Dok MC Kalsel.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk kerajinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ke pasar internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan South Kalimantan Handicraft MSMEs Partnership Meeting bersama Long Tail Company dari Osaka, Jepang, dengan mengusung tema “Market Access & Export Opportunities for Local Handicraft to Japan”, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM kerajinan daerah dengan mitra potensial dari Jepang, sekaligus membuka peluang pemasaran produk unggulan Kalimantan Selatan di pasar global.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Long Tail Company, Mr. Mitsutaka, menyampaikan ketertarikannya untuk mencari produk kerajinan yang memiliki keunikan dan karakteristik khas, khususnya produk yang belum banyak ditemukan di Jepang. Produk-produk tersebut nantinya berpotensi dipasarkan melalui saluran penjualan daring (online) maupun luring (offline).

Selama ini, Mr. Mitsutaka telah memasarkan sejumlah produk dari Indonesia melalui Osan Indonesia. Melalui penjajakan kerja sama ini, peluang pemasaran diharapkan dapat diperluas dengan menghadirkan lebih banyak produk kerajinan khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai estetika, keunikan bahan, serta daya tarik tersendiri bagi konsumen Jepang.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkenalkan potensi kerajinan Kalimantan Selatan yang beragam dan memiliki ciri khas. Kami berharap produk-produk UMKM daerah dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional, khususnya Jepang, sehingga membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi para perajin lokal,” ujar Miftahul Chair di Banjarbaru, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menawarkan sejumlah pilihan produk kerajinan unggulan, mulai dari kerajinan berbahan kayu, kain sasirangan dengan pewarna alam maupun kimia, ecoprint, sacoprint, hingga aneka kerajinan anyaman berbahan eceng gondok, rotan, dan purun. Selain itu, turut diperkenalkan berbagai produk berbahan rajut yang memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.

Keragaman produk tersebut menjadi salah satu kekuatan UMKM kerajinan Kalimantan Selatan dalam menjangkau pasar internasional. Selain mengandalkan keterampilan perajin, pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan desain yang unik dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk.

Miftahul Chair menambahkan, penjajakan akses pasar seperti ini penting untuk mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi juga mulai mempersiapkan produk untuk memenuhi peluang ekspor.

Melalui kegiatan South Kalimantan Handicraft MSMEs Partnership Meeting, Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan berharap terbangun hubungan bisnis yang positif antara pelaku UMKM kerajinan daerah dan mitra usaha dari Jepang. Dengan demikian, produk kerajinan khas Banua diharapkan semakin dikenal di pasar internasional sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan nilai tambah produk, pendapatan perajin, dan pertumbuhan industri kecil di Kalimantan Selatan. (MC Kalsel/scw)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama