TOPRILIS.COM, KALSEL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengikuti kegiatan Zoom Meeting Press Conference Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel.
Kegiatan dilaksanakan di Kantor BPBD Balangan, pada Rabu, 7 Oktober 2026, sebagai upaya untuk mendapatkan informasi terkini terkait prakiraan cuaca dan iklim guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Berdasarkan laporan BMKG yang disampaikan dalam press conference, disampaikan beberapa poin penting terkait prediksi musim hujan di Kabupaten Balangan, antara lain:
1. Musim hujan di Kabupaten Balangan diprediksi dimulai pada awal bulan November 2026 (Dasarian I).
2. Awal musim hujan diprediksi mundur 1 dasarian (10 hari) dari kondisi normalnya.
3. Sifat musim hujan di Kabupaten Balangan diprediksi berada pada kategori Normal.
4. Puncak musim hujan di Kabupaten Balangan diprediksi terjadi pada bulan Desember 2026.
5. Durasi musim hujan di Kabupaten Balangan diprediksi berlangsung selama 22-24 dasarian (6-7 bulan).
6. Pada sebagian besar wilayah di Kabupaten Balangan, musim hujan diprediksi lebih pendek 1 dasarian (10 hari) dari normal. Sedangkan pada wilayah Kecamatan Lampihong yang berbatasan dengan Hulu Sungai Utara (HSU) diprediksi musim hujan akan berlangsung lebih panjang 2 dasarian (20 hari) dari keadaan normalnya.
Menanggapi laporan dari BMKG tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H. Rahmi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.
“Sesuai laporan dari BMKG tadi, musim hujan di Balangan diprediksi mulai awal November 2026 dan puncaknya di Desember 2026 dengan sifat hujan Normal. Meskipun diprediksi Normal dan mundur 10 hari dari biasanya, kita tidak boleh lengah,” ujar H. Rahmi.
Menurutnya, durasi hujan yang diperkirakan lebih pendek di sebagian besar wilayah tidak mengurangi potensi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, terutama saat memasuki puncak musim hujan.
“Justru untuk wilayah Lampihong yang berbatasan dengan HSU diprediksi lebih panjang 20 hari dari normal. Ini menjadi atensi kita. Kami sudah instruksikan kepada seluruh jajaran, TRC, dan Kencana serta Destana untuk tetap siaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Rahmi menegaskan bahwa informasi peringatan dini dari BMKG ini akan segera disebarluaskan kepada seluruh kecamatan dan Desa Tangguh Bencana melalui aplikasi inovasi daerah SIGAB Kencana Link Destana.
“Kami akan perkuat mitigasi dan sosialisasi. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Balangan untuk tetap waspada, membersihkan drainase lingkungan, memangkas pohon yang rawan tumbang, dan segera melapor ke BPBD jika terjadi potensi bencana di wilayahnya,” pungkasnya.(rls/elhami)
