34 Kasus Karhutla Landa Balangan, Lampihong dan Batumandi Jadi Wilayah Terbanyak

KARHUTLA DI BALANGAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mencatat sebanyak 34 kejadian karhutla sejak Juli hingga 23 Agustus 2026 - Foto Dok BPBD Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Balangan terus meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mencatat sebanyak 34 kejadian karhutla sejak Juli hingga 23 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Lampihong menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 10 kejadian, disusul Kecamatan Batumandi sebanyak 8 kejadian.

Total luasan lahan yang terbakar juga telah mencapai 144,95 hektare. Sebagian besar lahan yang terdampak berada di wilayah Kecamatan Lampihong dan Batumandi.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, Senin (24/8/2026) mengatakan penanganan karhutla masih terus dilakukan bersama berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, perangkat daerah, stakeholder terkait hingga relawan.

“Kita penanganan secara terkoordinasi dengan lintas sektor dan untuk posko kita sementara berpusat di posko induk BPBD Balangan,” katanya.

Rahmi menyebut, berdasarkan penetapan status Siaga Darurat Karhutla sejak 12 Agustus lalu, potensi kebakaran masih perlu diwaspadai hingga akhir Oktober. Kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga 30 Oktober membuat lahan semakin rentan terbakar.

“Untuk kemarau kering, kita diprediksi sampai 30 Oktober. Jadi pada masa itu potensi kebakaran atau karhutlanya lebih kita waspadai,” ujarnya.

Dalam penanganannya, BPBD memprioritaskan tiga kondisi, yakni kebakaran yang berada dekat dengan permukiman, fasilitas publik, serta lahan produktif masyarakat.

Selain mempercepat penanganan, keselamatan petugas juga menjadi perhatian. Rahmi mengatakan petugas tetap diminta mempertimbangkan kondisi di lapangan, khususnya ketika kebakaran terjadi di lahan yang tidak bertuan atau berada di luar wilayah prioritas.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah bertambahnya kasus karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita sama-sama jaga lingkungan kita, jaga lahan kita. Kalau ada kejadian-kejadian yang didapat, dapat langsung melaporkan petugas atau aparat terkait,” katanya.

Rahmi berharap kondisi cuaca segera membaik dengan turunnya hujan sehingga kondisi lahan yang saat ini kering dapat kembali membaik dan potensi terjadinya karhutla bisa ditekan.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama