Bapperida Balangan Siapkan Beragam Inovasi Unggulan untuk Ajang Innovative Government Award 2026

SIAPKAN INOVASI: Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan terus melakukan terobosan strategis melalui pengembangan inovasi daerah terintegrasi dan berkelanjutan - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan terus melakukan terobosan strategis melalui pengembangan inovasi daerah terintegrasi dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut selanjutnya akan diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan inovasi berdampak bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, H. Rakhmadi Yusni, menyampaikan inovasi yang disiapkan merupakan hasil proses panjang perencanaan, pengembangan, serta evaluasi berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, dan kebutuhan riil perangkat daerah.

“Sehingga diharapkan tidak hanya memenuhi indikator penilaian IGA, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Inovasi yang diusulkan mencerminkan upaya sistematis memperkuat integrasi data, meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi, serta mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi daerah yang partisipatif dan inklusif. Setiap perangkat daerah tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga bagian aktif menciptakan solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan.

Deretan Inovasi Unggulan Balangan untuk IGA 2026:

1. SIAP PD – Sistem Integrasi Data Perencanaan Perangkat Daerah. Platform terpadu mengintegrasikan data perencanaan lintas perangkat daerah untuk meningkatkan sinkronisasi, konsistensi, dan akurasi penyusunan program dan kegiatan pembangunan.

2. SIMBA – Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi. Instrumen pengendalian pembangunan berbasis data real time sehingga pemantauan capaian kinerja dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

3. SI MADU LEBAH – Sistem Informasi Pelaporan Terpadu Menuju Balangan yang Lebih Maju dan Sejahtera. Menghadirkan sistem pelaporan terintegrasi untuk mempermudah pengelolaan, pengolahan, dan penyajian data kinerja pembangunan dalam satu platform komprehensif.

4. SEPEDA BARU V.3 – Sistem Penjaringan Inovasi Daerah Balangan Terpadu Versi 3. Wadah strategis menghimpun, mengelola, serta mengembangkan ide dan gagasan inovatif dari perangkat daerah maupun masyarakat, mendorong lahirnya inovasi aplikatif dan berdampak.

5. KLINIK INOBA – Klinik Inovasi Balangan. Berperan sebagai pusat konsultasi, pendampingan, dan pembinaan inovasi bagi ASN untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas inovasi yang dihasilkan.

6. BASIMBAN – Bincang Santai Bersama Bapperida Balangan. Media komunikasi interaktif memperkuat diseminasi informasi, meningkatkan partisipasi publik, serta membangun kolaborasi pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan.

Kepala Bapperida menegaskan, keikutsertaan Balangan dalam IGA 2026 tidak semata berorientasi pada penghargaan, melainkan mendorong transformasi birokrasi yang profesional, responsif, dan berdaya saing melalui penguatan budaya inovasi yang terinternalisasi di setiap lini organisasi.

“Inovasi tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi bagian dari sistem kerja yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan berbagai inovasi yang disiapkan matang, Pemerintah Kabupaten Balangan optimis dapat berkontribusi nyata mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi Balangan sebagai daerah aktif dan progresif dalam mengembangkan inovasi untuk mewujudkan Balangan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama