![]() |
| Komisi II DPRD Kalsel Gali Strategi Pajak Daerah ke Bapenda Jawa Timur |
TOPRILIS.COM ,Surabaya – Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berburu strategi cerdas untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban bagi masyarakat. Salah satu langkah konkretnya: melakukan studi banding ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Selasa (6/11/2025).
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Muhammad Yani Helmi, fokus membahas strategi optimalisasi pajak daerah lewat penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pemanfaatan teknologi digital untuk memudahkan pembayaran pajak.
“Kami ingin belajar dari Jawa Timur yang sudah sukses menerapkan opsen pajak secara efektif. Ini penting agar sistem di Kalsel juga efisien dan tidak memberatkan wajib pajak,” ujar Yani Helmi.
Menurutnya, Kalsel masih menghadapi tantangan dalam penertiban pembayaran pajak kendaraan dinas berpelat merah di beberapa daerah. Namun, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Kalsel yang diproyeksikan mencapai 5 persen pada 2026 akan berdampak positif terhadap kepatuhan wajib pajak.
“Di Jatim, kendaraan dinas pun tertib bayar pajak. Ini bisa jadi contoh yang bagus untuk kita,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II berencana menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Bapenda kabupaten/kota se-Kalsel guna menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sinergi lintas daerah.
“Kami ingin membangun kesadaran pajak di semua lini, baik masyarakat maupun instansi pemerintah,” tegas Yani.
Sementara itu, Kepala Subbag PKB dan BBNKB Bapenda Jatim, Hendrik Kristen, S.H., M.M., menyambut baik kunjungan tersebut.
“Pertukaran pengalaman seperti ini penting agar penerapan opsen pajak di tiap daerah bisa berjalan optimal dan pelayanan publik makin baik,” ujarnya.
Studi banding ini diharapkan menjadi langkah nyata DPRD Kalsel dalam membangun sistem perpajakan daerah yang modern, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik, demi mendongkrak PAD dan kesejahteraan masyarakat.(rls/dina)
