SKB Balangan Jadi Sekolah Model Kementerian, Berhasil Rangkul Anak Putus Sekolah di 11 Desa

SEKOLAH MODEL KEMENTERIAN: Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Balangan membuktikan pendidikan kesetaraan bukan sekadar alternatif, melainkan wadah kompetitif pencetak SDM unggul - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Balangan membuktikan pendidikan kesetaraan bukan sekadar alternatif, melainkan wadah kompetitif pencetak SDM unggul.

Sebagai sekolah model percontohan yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Pendidikan, SKB Balangan menggelar Diseminasi dan Showcase Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).


Dalam kegiatan tersebut, peserta didik memamerkan karya nyata berupa produk olahan kuliner, kerajinan tangan, hingga seni terapan sebagai implementasi dari teori pembelajaran.

Koordinator Penyelenggara Sekolah Model SKB Balangan, Rofiqoh, Rabu (21/10/2026) menegaskan status sekolah model membawa tanggung jawab besar untuk menularkan praktik baik ke lembaga nonformal lainnya.

Capaian paling vital adalah keberhasilan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui perluasan desa binaan.

"Kami melakukan perluasan desa binaan yang kini sudah merambah ke 11 desa. Anak-anak yang putus sekolah kita rangkul kembali. Selain itu, kami juga fokus pada pemerataan keahlian komputer agar peserta didik melek digital," ujar Rofiqoh.

Untuk mewujudkan literasi digital, SKB Balangan menerapkan sistem jemput bola. Para tutor diterjunkan langsung ke desa-desa binaan dengan membawa fasilitas pendukung berupa laptop dan LCD proyektor.

Rofiqoh menambahkan, metode Pembelajaran Mendalam di SKB ditopang tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian. Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Rofiudin, menilai SKB Balangan sukses mengawinkan teori mata pelajaran menjadi keterampilan hidup (life skill) yang inklusif dan interaktif.

"Sekolah model jenjang SPNF ini harus menjadi strategi efektif untuk menularkan knowledge ke lembaga lain, agar mutu pendidikan di daerah bisa merata," tegas Rofiudin.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kabupaten Balangan, Paimin, optimistis gebrakan SKB ini akan mendongkrak citra positif pendidikan kesetaraan.

"Keberhasilan SKB Balangan akan menjadi acuan bagi PKBM lain. Kami di dinas akan mendorong pengaktifan kembali komunitas belajar di setiap PKBM, dan para tutor di lapangan tidak boleh putus asa dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal," pungkas Paimin.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama