TOPRILIS.COM, KALSEL– Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel melalui inovasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Integratif dan Perencanaan Responsif Akuntabel (SAKIPRA). Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem informasi untuk mendukung pengelolaan akuntabilitas kinerja pemerintah secara lebih terintegrasi, sistematis, efektif, dan terukur.
SAKIPRA menjadi instrumen yang menghubungkan proses perencanaan kinerja, pengukuran, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan kinerja dalam satu alur yang saling terintegrasi. Melalui sistem ini, perangkat daerah dapat menerjemahkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah ke dalam sasaran perangkat daerah, indikator kinerja, target, program, kegiatan, hingga subkegiatan secara lebih terstruktur.
Tidak hanya sebagai media penginputan data, SAKIPRA juga membantu memperjelas keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, dan hasil pembangunan. Sistem ini mendukung penerapan pohon kinerja dan penjenjangan kinerja, sehingga kontribusi masing-masing level organisasi dapat ditelusuri, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah, unit kerja, hingga individu.
Inovator SAKIPRA, Hj. Ernawati, S.STP., M.M., Rabu (21/10/2026) menyampaikan bahwa pengembangan SAKIPRA diharapkan dapat memperkuat budaya akuntabilitas di lingkungan Pemkab Balangan.
"Melalui SAKIPRA, kami ingin membangun pengelolaan kinerja yang lebih terintegrasi. Setiap perangkat daerah tidak hanya melihat apa yang dikerjakan, tetapi juga dapat melihat keterkaitan antara target, pelaksanaan kegiatan, anggaran, hingga hasil yang ingin dicapai. Dengan demikian, akuntabilitas kinerja menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," ujar Hj. Ernawati.
Selain pengendalian, SAKIPRA juga memberikan kemudahan dalam pemantauan target dan realisasi indikator secara berkala. Capaian yang belum memenuhi target dapat segera diidentifikasi dan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi serta pendukung pengambilan keputusan pimpinan berbasis data.
Sementara itu, inovator SAKIPRA lainnya, Nanang As'ari, ST, menekankan bahwa digitalisasi melalui SAKIPRA dapat meningkatkan konsistensi dan ketertelusuran data.
"SAKIPRA diharapkan menjadi alat kendali bersama untuk melihat sejauh mana kinerja perangkat daerah benar-benar berkontribusi terhadap sasaran pembangunan Kabupaten Balangan. Data yang terintegrasi akan memudahkan kita mengidentifikasi capaian, permasalahan, maupun bagian yang masih memerlukan perbaikan, sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih tepat dan terukur," kata Nanang As'ari.
SAKIPRA juga dimanfaatkan dalam penyusunan berbagai dokumen akuntabilitas, antara lain Perjanjian Kinerja, pengukuran capaian kinerja, evaluasi kinerja, serta Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Digitalisasi ini diharapkan dapat mengurangi pengelolaan data secara manual dan berulang.
Inovasi ini melibatkan Bapperida, Sekretariat Daerah, dan Inspektorat Kabupaten Balangan, dengan inovator Hj. Ernawati, S.STP., M.M. dan Nanang As'ari, ST.
Kehadiran SAKIPRA pada akhirnya diarahkan untuk mendorong perubahan paradigma pengelolaan pemerintahan, dari yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran (output), menuju pemerintahan yang semakin berorientasi pada hasil dan manfaat (outcome) yang dirasakan masyarakat.(rls/elhami)
Tags
INOVDA BALANGAN


