TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 460 orang dalam insiden kebakaran KMP Batumandi di alur masuk penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10).
Berdasar keterangan dari Basarnas Banten, 460 orang itu terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal.
Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, sebanyak 11 orang harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Peristiwa kebakaran diketahui pada pukul 16.15 WIB. Saat itu KMP Batumandi melaporkan kepada Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak telah terjadi kebakaran di kamar mesin saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak, pada koordinat 05°56'520" LS - 105°59'553" BT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten segera mengerahkan personel dan sarana SAR untuk membantu proses evakuasi penumpang dan kru kapal.
Pada pukul 16.45 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 0,86 mil laut, disusul Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIB, KN SAR Tetuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Banten diberangkatkan menuju lokasi untuk mendukung proses evakuasi.
"Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan evakuasi secara bertahap," dikutip dari keterangan tertulis Basarnas Banten, Rabu (21/10).
Seluruh penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi hingga pukul 18.30 WIB dan selanjutnya dibawa ke KMP Royce 1 serta Dermaga 6 Pelabuhan Merak untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Pendataan dilakukan berdasarkan manifes kapal untuk memastikan kesesuaian jumlah penumpang dan kru yang berhasil dievakuasi.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 19.00 WIB, KN SAR Tetuka dan RIB 01 Banten melaksanakan pendampingan terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam upaya pemadaman KMP Batumandi.
Tim juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di kapal maupun di perairan sekitar lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dan penanganan kapal terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur dan sarana laut.
Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, sejumlah kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan dan masyarakat, serta unsur kepabeanan.
Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan bahwa proses evakuasi dan pemadaman KMP Batu Mandi telah selesai.
"Hingga laporan terakhir diterima, seluruh penumpang dan kru KMP Batu Mandi telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tim SAR tetap bersiaga di posko untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan," dikutip dari keterangan Basarnas.(CNN Indonesia/elh)
Tags
Peristiwa
