TOPRILIS.COM, KALSEL – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali menggelar tahap krusial dalam penjaringan aparatur terbaiknya. Sebanyak delapan peserta yang lolos ke tahap akhir mengikuti Sesi Presentasi dan Wawancara Pemilihan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) Berprestasi Tahun 2026, Senin (19/10/2026).
Berbeda dari rencana awal yang mengusung konsep luring penuh, kegiatan kali ini diselenggarakan dengan metode blended (campuran luring dan daring) sebagai langkah efisiensi anggaran daerah, tanpa sedikit pun mengurangi kualitas dan efektivitas penilaian. Secara luring, panitia dan kedelapan finalis berkumpul di Meeting Room Hotel Arraudah Paringin untuk melakukan presentasi. Sementara itu, tim penilai independen terhubung secara daring melalui Zoom Meeting untuk mengamati paparan sekaligus melakukan wawancara mendalam.
Kualitas penjurian dipastikan sangat ketat dan objektif dengan hadirnya tiga pakar sebagai Tim Penilai Independen. Instrumen Rekam Jejak dinilai langsung oleh akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. H. Budi Suryadi, S.Sos, M.Si. Instrumen Inovasi diuji oleh Tina Purnamawati, S.Kom, M.AP. dari BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan instrumen Kinerja dinilai oleh Puspasari, SE, MA. dari Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru.
Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala Bidang Mutasi, Promosi, dan Kinerja BKPSDM Kabupaten Balangan, H. Dr. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Peraturan Bupati Balangan Nomor 44 Tahun 2026 tentang Pemberian Penghargaan bagi ASN Berprestasi.
"Tujuannya jelas, yakni meningkatkan motivasi ASN dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, mendorong peningkatan kinerja, memberikan kejelasan sistem penghargaan, serta menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat dalam pengembangan karier ASN kita," paparnya.
Sementara itu, Bupati Balangan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten III, Hj. Ernawati, S.STP, MM, menyoroti pentingnya pembuktian kualitas ASN, baik dari aspek kompetensi maupun aspek penunjang lainnya. Hal ini selaras dengan Misi ke-5 Kabupaten Balangan yang fokus pada tata kelola sumber daya manusia.
Hj. Ernawati menekankan bahwa ajang ASN Berprestasi yang telah berjalan selama empat tahun ini bukan sekadar rutinitas mencari pemenang baru, melainkan upaya sistematis membangun ekosistem ASN yang unggul.
"Kita sudah memiliki belasan juara dari tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan, misalnya 12 orang ASN Berprestasi sebelumnya bisa menjadi mentor untuk membangun ASN unggulan berikutnya. ASN berprestasi bukan sekadar meraih penghargaan, tapi harus bisa membangun ekosistem ASN unggul di Balangan," tegas Hj. Ernawati.
Ia juga menjabarkan bahwa definisi ASN unggul adalah mereka yang mencetak prestasi individu, berkontribusi nyata bagi organisasi, dan mengabdi untuk pelayanan masyarakat demi mewujudkan visi 'Balangan Emas', bukan sekadar Indonesia Emas. Menutup arahannya, ia mengingatkan sebuah prinsip mendalam: "Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia yang lain."
Di sisi lain, dinamika seleksi tahun ini memberikan kesan mendalam bagi para finalis, mengingat peserta dari unsur manajerial dan nonmanajerial digabungkan dalam satu arena penilaian. Hal ini diakui oleh Qamarudin, S.Pd., MM, salah satu finalis yang telah menyelesaikan sesi presentasinya.
"Bagi saya, ini pengalaman yang sangat berharga sekaligus menantang. Bergabungnya unsur manajerial dan nonmanajerial membuat setiap peserta tampil dengan peran, tanggung jawab, dan keunggulan yang berbeda-beda," ungkap Qamarudin.
Meski persaingan cukup ketat, ia mengaku menempatkan ajang ini sebagai wadah refleksi dan pembelajaran diri.
"Sejak awal saya menanamkan bahwa keikutsertaan saya bukan untuk menunjukkan bahwa saya yang paling hebat. Saya justru melihat ini sebagai kesempatan belajar, membuka wawasan, mengenali kekurangan diri, dan mendapat inspirasi dari orang-orang hebat di sekitar saya. Prestasi bukan hanya soal siapa yang berdiri sebagai pemenang, tapi tentang keberanian mencoba, kemauan memperbaiki diri, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari dari orang lain," pungkasnya.
