![]() |
| DISTRIBUSI AIR BERSIH: Petugas gabungan menyalurkan pasokan air bersih kepada warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (4/9/2026) - Foto Dok BPBD Balangan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL - Musim kemarau panjang memicu krisis air bersih di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Kesulitan pasokan air ini berdampak pada sembilan desa dan satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sehingga tim gabungan mulai menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (4/9/2026).
Camat Halong, Ardiansyah, mengungkapkan, bahwa kekeringan menyusutkan cadangan air permukaan dan sumur warga, sehingga suplai air darurat sangat dibutuhkan di sejumlah titik.
"Dampak kekeringan akibat kemarau panjang ini membuat sembilan desa dan satu puskesmas atau 10 lokus dengan hampir 25 titik sangat memerlukan suplai air," kata Ardiansyah, Jumat (4/9/2026).
Distribusi air bersih perdana difokuskan di Desa Sumber Agung yang menyasar sekitar 100 rumah warga di RT 3 dan RT 4. Ardiansyah menyebutkan, penyaluran awal ini sekaligus menjadi evaluasi untuk menentukan skema distribusi ke wilayah lainnya.
"Hari ini kita lakukan penyaluran perdana di Desa Sumber Agung. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi terkait volume air yang bisa dikirim dan durasi waktu, karena 10 titik yang tersebar di Kecamatan Halong ini krusial," tambahnya.
Penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, aparat TNI-Polri, perangkat desa, dan relawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, menjelaskan bahwa distribusi difokuskan pada desa-desa yang telah mengajukan permohonan tertulis terkait krisis air.
"Saat ini di Kecamatan Halong sedang didistribusikan air bersih ke lokus-lokus yang sudah tersampaikan lewat surat. Kami dibersamai oleh Danramil, Polsek, relawan, dan aparatur desa sebagai wujud implementasi ketangguhan bencana," jelas Rahmi.
Rahmi menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi program SIGAB KENCANA LINK DESTANA (Strategi Peningkatan Ketahanan Daerah Rawan Bencana Melalui Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Berkelanjutan Kecamatan Tangguh Bencana Terhubung Dengan Desa Tangguh Bencana).
Program ini mengintegrasikan dua kebijakan pemerintah pusat, yakni program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dari Kemendagri dengan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari BNPB.
"Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Antara kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi terhubung dan saling menguatkan," ujar Rahmi.
Integrasi ini dirancang agar koordinasi pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana berjalan lebih cepat, serta memperkuat kapasitas mitigasi masyarakat di tingkat bawah.
Setelah memenuhi kebutuhan di Desa Sumber Agung, armada tangki air BPBD dijadwalkan melanjutkan distribusi ke Desa Karya RT 3 dan Desa Gunung Riut. Krisis ketersediaan air bersih di pelosok desa ini turut mengonfirmasi minimnya sumber air permukaan yang sebelumnya juga menjadi kendala tim gabungan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).(rls/elhami)
Tags
BPBD Balangan




