Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga, OJK Dorong Penguatan dan Pendalaman Pasar

RAPAT BULANAN: Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juli 2026 menilai Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi - Foto Dok OJK.

TOPRILIS.COM, JAKARTA – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juli 2026 menilai Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi.

Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kebijakan tarif baru AS terhadap 60 negara mitra dagang menjadi faktor risiko global. IMF juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0%. Namun, perkembangan investasi AI disebut menjadi penyeimbang prospek pertumbuhan.

Kondisi Domestik dan Pasar Keuangan

Di dalam negeri, tekanan harga mereda. Inflasi Juli 2026 tercatat 2,88% yoy. Aktivitas manufaktur juga kembali ekspansi dengan PMI 50,2.

Didukung bauran kebijakan fiskal dan moneter, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

1. Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
• IHSG menguat 10,51% mtm ke level 6.236,13 pada Juli 2026. Investor asing tercatat net buy Rp1,62 triliun.
• Jumlah investor pasar modal tumbuh 47,63% ytd menjadi 30,06 juta investor, dengan penambahan 1,10 juta investor baru di Juli 2026.
• Penghimpunan dana korporasi ytd mencapai Rp121,96 triliun.
• AUM industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.025,12 triliun, naik 2,08% mtd.
• Bursa Karbon: Volume transaksi agregat 1,98 juta tCO2e dengan nilai Rp93,89 miliar.
• OJK juga mengenakan sanksi administratif di PMDK berupa denda Rp91,09 miliar kepada 104 pihak ytd.

2. Sektor Perbankan
• Kredit tumbuh 12,67% yoy menjadi Rp9.081 triliun. Tertinggi pada Kredit Investasi 24,9% yoy dan kredit korporasi 20,45% yoy. Kredit UMKM juga mulai pulih tumbuh 1,05% yoy.
• DPK tumbuh 10,21% yoy menjadi Rp10.282 triliun.
• Kualitas kredit membaik: NPL gross turun ke 2,09% dan NPL net 0,82%.
• Permodalan kuat: CAR 23,70%. LCR 182,75%.
• OJK juga meminta perbankan melakukan pemblokiran ±36.735 rekening terindikasi judi online.

3. Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun
• Aset asuransi Juni 2026 mencapai Rp1.184,72 triliun, naik 1,86% yoy.
• Premi asuransi jiwa tumbuh 8,40% yoy. RBC industri asuransi jiwa dan umum masing-masing 461,94% dan 318,52%, jauh di atas threshold 120%.
• Aset dana pensiun tumbuh 6,47% yoy menjadi Rp1.680,57 triliun.
• OJK terus mendorong pemenuhan modal minimum perusahaan asuransi dan penjaminan.

4. Sektor PVML
• Piutang pembiayaan tumbuh 1,88% yoy menjadi Rp511,26 triliun. NPF gross terjaga di 3,01%.
• Outstanding Pindar tumbuh 25,88% yoy menjadi Rp105,14 triliun dengan TWP90 4,26%.
• Pembiayaan pergadaian tumbuh 54,47% yoy menjadi Rp162,26 triliun.

5. Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan Aset Kripto
• Terdapat 24 penyelenggara ITSK resmi terdaftar. Nilai transaksi PAJK Juni 2026 mencapai Rp2,62 triliun.
• Akun konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta. Nilai transaksi kripto Juni 2026 Rp28,58 triliun, naik 24,20% mtm.
• OJK telah menyetujui 32 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto termasuk 2 bursa kripto.

6. Edukasi dan Pelindungan Konsumen
• OJK telah menggelar 3.228 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 11,3 juta peserta ytd.
• Melalui IASC, sejak Nov 2024 telah memblokir 604.923 rekening dan berhasil mengembalikan dana korban Rp204,3 miliar.
• Satgas PASTI menghentikan 951 entitas pinjol ilegal dan 240 investasi ilegal ytd.

Arah Kebijakan OJK

OJK akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui penguatan pengawasan berbasis risiko, pendalaman pasar, transformasi digital, dan penegakan hukum. Beberapa langkah meliputi:
1. Pembentukan Satgas Pengaturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
2. Penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration di pasar modal.
3. Penguatan pemberantasan scam dan judi online bersama Komdigi.
4. Penerbitan POJK baru terkait perdagangan karbon, pelaporan insidental PMDK, dan tata kelola PPDP.

OJK menegaskan komitmen untuk menjaga integritas pasar, memperluas akses keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.(Rilis OJK)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama