BPBD Balangan Gelar Rakor Lintas Sektor, Rumuskan Langkah Teknis Penanganan Karhutla

RAKOOR: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat BPBD Balangan - Foto Dok BPBD Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat BPBD Balangan, Senin (31/8/2026).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari rakor sebelumnya pada 12 Agustus 2026. Kegiatan dihadiri oleh unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk menyamakan langkah teknis dan detail dalam penanganan karhutla di Kabupaten Balangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi mengatakan, rakor ini bertujuan merumuskan langkah-langkah agar penanganan karhutla lebih efektif dan efisien.

"Pada hari ini kita menindaklanjuti rakor tanggal 12. Kita mengambil langkah-langkah yang lebih teknis. Di antaranya terkait garis koordinasi, sistem operasi lapangan, dan standarisasi laporan agar bisa disajikan dalam satu pintu dan satu data yang akurat," ujar H. Rahmi.

Dalam rakor tersebut disepakati beberapa poin penting. Pertama, penguatan sistem koordinasi dan operasi di lapangan agar dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan terkoordinasi. Kedua, penyusunan standar ukuran laporan karhutla, baik yang terbakar maupun yang telah tertangani.

Berdasarkan data sementara, total luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 680 hektare. Sementara luasan yang sudah tertangani sekitar 194 hektare. Data akurat luasan akan disesuaikan dengan metode pengukuran dari Manggala Agni dan laporan tim di lapangan.

Ketiga, pengusulan pembuatan sumur bor dangkal di daerah-daerah yang tidak tersedia sumber air. Hal ini untuk mempermudah akses pemadaman. Keempat, penguatan pos siaga di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama Kecamatan Batumandi dan Kecamatan Lampihong. Polsek dan Koramil juga akan dilibatkan dalam mendukung operasi pemadaman.

H. Rahmi menyebut, kendala utama di lapangan adalah akses menuju lokasi karena sebagian besar merupakan lahan gambut, serta keterbatasan sumber air sehingga pemadaman masih dilakukan secara manual.

"Kami berharap di situasi musim kemarau ekstrem ini, masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan. Karena jika terjadi kabut asap, yang rugi kita semua, masyarakat dan keluarga kita. Aktivitas sehari-hari juga akan terganggu," imbaunya.

Melalui rakor ini, BPBD Balangan berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama