![]() |
| DIRESMIKAN: Pemkab Balangan bersama Forkopimda dan BPBD Balangan saat melakukan Grand Launching dan Peresmian Bapangku Bamitra di Desa Pupuyuan - Foto Dok BPBD Balangan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Bayang-bayang kelam banjir besar yang sempat melumpuhkan lima kecamatan di Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu melahirkan skema pertahanan baru yang lebih terukur.
Kini, delapan desa rawan bencana di wilayah tersebut telah dilengkapi Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (BAPANGKU BAMITRA).
Infrastruktur Disiapkan untuk Lindungi Kelompok Rentan
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, membeberkan infrastruktur ini dirancang khusus untuk meminimalisasi risiko jatuhnya korban jiwa maupun perburukan kondisi kesehatan warga saat air bah datang.
Struktur bangunan sengaja ditinggikan agar aman dari genangan serta menggunakan material kokoh yang tahan guncangan.
“Ketika terjadi banjir, warga bisa langsung mengungsi sementara ke sini. Fasilitas dasarnya sudah siap. Ruang aman ini sangat kita prioritaskan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, orang sakit, lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” urai H. Rahmi, dalam kegiatan Grand Launching dan Peresmian Bapangku Bamitra, Rabu 8 Juli 2026.
Belajar dari Data Banjir 2022
Langkah pendirian rumah evakuasi ini didasarkan pada data historis tahun 2022. Saat itu banjir merendam Kecamatan Halong, Juai, Lampihong, Paringin, dan Paringin Selatan.
Bencana tersebut memukul 1.019 kepala keluarga, merendam 1.025 rumah, berdampak pada 2.618 jiwa, serta merusak lahan pertanian dan memicu longsor.
Sebagai benteng pertama, saat ini telah berdiri kokoh delapan unit rumah panggung dan siap digunakan di Desa Pupuyuan, Pimping, Ambakiang, Bata, Galumbang, Teluk Bayur, Juai, dan Buntu Karau.
Delapan wilayah lintas tiga kecamatan ini dipilih secara selektif mengingat status kerawanannya yang tinggi dan telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Wujud Kolaborasi Pentahelix
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan, Hafis Anshari, memandang kehadiran fasilitas ini jauh melampaui sekadar bangunan fisik.
“Pengurangan risiko bencana tidak bisa ditangani satu pihak. Kehadiran rumah panggung ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup. Saat bencana datang, masyarakat tidak hanya butuh bantuan pascakejadian, tapi mutlak memerlukan sarana perlindungan sejak awal,” tegas Hafis.
Fungsi Multifungsi di Luar Masa Darurat
Di luar masa tanggap darurat, fasilitas ini tidak akan dibiarkan kosong. Ke depannya, operasional rumah panggung ditargetkan menyatu dengan aktivitas harian warga sebagai posko pengendali operasi tingkat desa, pusat edukasi kebencanaan, sarana pelatihan, hingga dapur umum.
Skema multifungsi ini diyakini mampu membentuk insting kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat yang jauh lebih kuat.(rls/elhami)
Tags
BPBD Balangan
