![]() |
| SOSIALISASI: Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) bagi tenaga kesehatan, khususnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Balangan - Foto Dok BPBD Balangan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – BPBD Kabupaten Balangan menggelar Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) bagi tenaga kesehatan, khususnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Balangan. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kamis (11/6/2026).
Sosialisasi ini bertujuan membangun budaya sadar bencana dari lingkup keluarga, dengan melibatkan tenaga kesehatan yang memiliki peran langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak.
Perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Emir Faisal dari KPH Balangan yang juga sebagai narasumber menyampaikan Forum PRB dibentuk untuk menyatukan stakeholder agar bersama-sama bergerak dalam upaya penanggulangan bencana.
"Kami mengapresiasi BPBD Balangan yang menggelar kegiatan ini dengan menyasar para bidan sebagai peserta," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengharapkan, informasi yang didapatkan agar disampaikan kembali oleh para bidan saat melayani masyarakat, sekaligus memberikan sosialisasi tentang menjaga lingkungan sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, berharap kegiatan ini dapat memperkuat upaya mitigasi kebencanaan yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini dapat memperkuat mitigasi kebencanaan khususnya dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
BPBD Balangan bersama Forum PRB, KPH Balangan, dan IBI Cabang Balangan berkomitmen terus bersinergi meningkatkan kapasitas masyarakat. Dengan demikian Kabupaten Balangan diharapkan semakin tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi penyerahan bibit tanaman secara symbolis dari perwakilan Forum PRB Kab. Balangan kepada peserta sebagai salah satu upaya mitigasi di lingkungan rumah masing- masing melalui penghijauan.
Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang mitigasi bencana bagi lingkungan keluarga, khusus ditujukan kepada para bidan sebagai ujung tombak edukasi kesehatan masyarakat.(rls/elhami)
