Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Mainkan Harga

ANCAM DICABUT: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin importir yang menaikkan harga kedelai semena-mena - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, tak segan mencabut izin impor kedelai jika pengusaha tidak patuh. Langkah tegas ini akan diambil terutama jika ada importir yang menaikkan harga kedelai secara sembarangan.

Amran meminta para importir kedelai untuk menjaga stabilitas harga demi melindungi para perajin tahu dan tempe. Konsekuensi tegas bagi yang melanggar adalah pemerintah tidak akan memberikan rekomendasi izin impor lagi.

"Nah, kemudian yang impor khususnya kedelai, kami minta kepada pengusaha, tolong jangan menaikkan harga semena-mena. Kenapa? Anda sudah untung puluhan tahun. Kalau menaikkan, izinnya aku cabut dan aku tidak beri izin rekomendasi lagi, karena rekomendasinya ada di Kementerian Pertanian," kata Amran mengutip keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Amran memastikan akan melakukan penelusuran langsung ke pihak importir apabila terjadi dampak besar yang dirasakan kalangan perajin tahu dan tempe. Untuk itu, opsi menaikkan harga secara sepihak tidak boleh dilakukan.

"Sekali lagi, kami akan telusuri kalau terdampak pada perajin, pada produsen tahu, dan seterusnya. Kami akan cek sumbernya dari mana. Kami sudah kumpulkan semua dan meminta jangan menaikkan harga semena-mena," tegasnya.

Amran mengetuk kepedulian para importir untuk menjaga harga di tengah kondisi ekonomi saat ini demi kepentingan masyarakat luas.

"Tolong kepeduliannya di saat kondisi seperti sekarang, karena Anda sudah untung puluhan tahun. Jangan tidak peduli pada Merah Putih, pada rakyat Indonesia. Kalau aku dapati (pelanggaran), aku pastikan izinnya aku cabut dan aku tidak beri rekomendasi impor lagi," ujarnya.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama