![]() |
| NEGERA PERTAMA: Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi Adepidyn khusus untuk budidaya padi - Foto Net. |
TOPRILIS.COM, JAKARTA - Syngenta Indonesia mengenalkan fungisida inovatif untuk padi berbasis teknologi Adepidyn sebagai upaya mendukung program swasembada pangan, khususnya beras di tanah air.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan fungisida yang diberi nama Miravis Duo dirancang untuk memenuhi kebutuhan petani akan solusi pengendalian penyakit yang andal, memberikan perlindungan yang kuat dan konsisten, sekaligus menjaga tanaman tetap sehat, lebih hijau, dan bersih, sehingga mendukung potensi hasil panen yang lebih tinggi.
Teknologi tersebut juga dikenal memiliki ketahanan terhadap hujan yang sangat baik, dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi.
Peluncuran produk fungisida inovatif untuk padi yang dilakukan di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah tersebut menurut Eryanto menjadi pencapaian penting karena Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi Adepidyn khusus untuk budidaya padi.
Melalui peluncuran tersebut, tambahnya, menjadi wujud komitmen perusahaan membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal, mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Setelah peluncuran di Cilacap, produk fungisida untuk padi tersebut juga akan segera diperkenalkan di beberapa wilayah sentra produksi beras di Indonesia, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada beras.(liputan6.com/elh)
Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan fungisida yang diberi nama Miravis Duo dirancang untuk memenuhi kebutuhan petani akan solusi pengendalian penyakit yang andal, memberikan perlindungan yang kuat dan konsisten, sekaligus menjaga tanaman tetap sehat, lebih hijau, dan bersih, sehingga mendukung potensi hasil panen yang lebih tinggi.
"Dengan teknologi Adepidyn, produk ini meningkatkan kesehatan tanaman dan memberikan perlindungan efektif terhadap penyakit bahkan di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi," ujar dia dikutip dari Antara, Minggu (7/6/2026).
Teknologi tersebut juga dikenal memiliki ketahanan terhadap hujan yang sangat baik, dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi.
Peluncuran produk fungisida inovatif untuk padi yang dilakukan di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah tersebut menurut Eryanto menjadi pencapaian penting karena Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi Adepidyn khusus untuk budidaya padi.
Melalui peluncuran tersebut, tambahnya, menjadi wujud komitmen perusahaan membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal, mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Setelah peluncuran di Cilacap, produk fungisida untuk padi tersebut juga akan segera diperkenalkan di beberapa wilayah sentra produksi beras di Indonesia, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada beras.(liputan6.com/elh)
Tags
Nasional
