Demi Ekonomi 8 Persen, RI Harus Kumpulkan Investasi Jumbo Rp 13.032 T

EKONOMI 8%: Rosan Roeslani ungkap Indonesia butuh investasi lebih dari Rp 13.000 triliun untuk mengejar target ekonomi 8%. Angka ini melonjak 43% dari 10 tahun lalu - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkap kebutuhan investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Lebih dari Rp 13.000 triliun perlu digiring masuk ke Indonesia untuk menopang target tersebut.

Rosan menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi tumbuh 8 persen pada 2029. Untuk itu, dibutuhkan angka investasi yang tidak sedikit dalam 5 tahun ke depan. Angkanya mencapai Rp 13.032,8 triliun.

"Ini adalah target yang diberikan, sehingga dana yang diperlukan pada tahun 2025-2029 adalah Rp 13.032,8 triliun. Ini peningkatan kurang lebih 43 persen dari realisasi selama 10 tahun terakhir, memang peningkatannya cukup signifikan," kata Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026).

Sebagai informasi, dalam kurun waktu 2014-2024, jumlah investasi yang dikumpulkan mencapai Rp 9.117,4 triliun. 

Dalam data yang dipaparkan Rosan, tren tambahan pertumbuhan ekonomi selaras dengan kenaikan realisasi investasi. Pada 2024 misalnya, dengan pertumbuhan ekonomi 5,03 persen, jumlah investasi yang masuk mencapai Rp 1.714,2 triliun.

Sementara pada 2025, ekonomi tumbuh 5,11 persen dengan realisasi investasi sebesar Rp 1.931,2 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara ini memastikan investasi yang masuk tidak sekadar mengejar angka, melainkan turut melihat dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

"Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besaran nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk ini adalah investasi yang berkualitas," ucapnya.

"Di saat bersamaan, kita juga mengejar akselerasi implementasi serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," sambung Rosan.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama