![]() |
| INOVASI SMPN 1 PARINGIN: Inovasi pembelajaran bernama SKILLSTEPPER MELATI atau Mahir English dengan Literasi dan Teknologi Inovatif di SMPN 1 Paringin, Kabupaten Balangan - Foto Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah sering kali dianggap sulit dan kurang menarik oleh sebagian siswa. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar, minimnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris, hingga hasil belajar yang belum optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, lahirlah inovasi pembelajaran bernama SKILLSTEPPER MELATI atau Mahir English dengan Literasi dan Teknologi Inovatif di SMPN 1 Paringin, Kabupaten Balangan.
Inovasi ini dikembangkan oleh Norlatipah, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut, sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih modern, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Bahasa Inggris sendiri memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan global. Penguasaan Bahasa Inggris tidak hanya membantu siswa memahami informasi internasional, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas dalam bidang pendidikan, teknologi, komunikasi, dan dunia kerja.
Namun dalam praktiknya, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam aspek speaking, listening, reading, dan writing. Kesulitan memahami grammar, vocabulary, serta pronunciation juga menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi tersebut diperkuat dengan data Laporan Kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan Tahun 2023 yang menunjukkan kemampuan literasi siswa SMP di Kabupaten Balangan memperoleh skor 61,08 dengan kategori sedang.
“Rendahnya kemampuan literasi turut memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran Bahasa Inggris. Karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan menyenangkan,” ujar Norlatipah.
Melalui SKILLSTEPPER MELATI, pembelajaran dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan siswa. Pada tahap awal, siswa mengikuti pretest untuk mengetahui kemampuan dasar mereka. Selanjutnya siswa belajar berdasarkan level kemampuan masing-masing melalui aktivitas interaktif yang melatih kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Di akhir pembelajaran, siswa mengikuti post test untuk melihat perkembangan kemampuan mereka.
Inovasi ini juga memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, dipadukan dengan penguatan literasi melalui berbagai aktivitas seperti reading aloud, latihan mandiri, diskusi kelompok, dan praktik penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Kepala SMPN 1 Paringin, Syaiful Bahri, S.Pd, mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
“SKILLSTEPPER MELATI merupakan inovasi pembelajaran yang sangat baik karena mampu mengintegrasikan literasi, teknologi, dan pembelajaran Bahasa Inggris secara efektif. Program ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa serta membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Risna Hidayati, M.Pd, rekan guru di sekolah tersebut. Menurutnya, pendekatan yang digunakan membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.
“Inovasi ini sangat membantu guru dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris siswa melalui pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan antusias mengikuti pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa, Akhmad Prawira Nasution, mengaku pembelajaran Bahasa Inggris kini terasa lebih mudah dan menyenangkan.
“Belajar Bahasa Inggris menjadi lebih seru dan tidak membosankan. Kami jadi lebih berani berbicara Bahasa Inggris dan lebih mudah memahami materi karena belajar sesuai level kemampuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, siswa juga dapat belajar secara mandiri di rumah menggunakan sistem pembelajaran yang telah dikembangkan melalui SKILLSTEPPER MELATI.
Inovasi ini mulai dirancang pada Oktober 2024, mulai diterapkan pada 16 Maret 2025, dan memasuki fase pengembangan pada Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan inovasi turut melibatkan kepala sekolah, pengawas, komunitas belajar, MGMP Bahasa Inggris, OSIS, English Club, orang tua, hingga masyarakat sebagai bentuk kolaborasi menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa.
Meski menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat telepon genggam, proses pembelajaran tetap berjalan melalui pembelajaran kolaboratif, diskusi kelompok, dan pendampingan langsung oleh guru.
Hasil penerapan inovasi ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar, kemampuan Bahasa Inggris, dan pemahaman literasi siswa. Ke depan, SKILLSTEPPER MELATI diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai media dan model pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif, adaptif, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Balangan.(rls/elhami)
