Pemerintah Revitalisasi 3.500 Rumah Adat di Seluruh Indonesia

REVITALISASI RUMAH ADAT: Pemerintah tengah menyiapkan program revitalisasi rumah adat yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan payung hukum untuk program revitalisasi rumah adat, di luar program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang sudah berjalan.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pihaknya telah menerima usulan dari Kementerian Kebudayaan untuk berkolaborasi dalam memperbaiki rumah-rumah adat yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

"Nanti untuk dibuat skema yang baru di luar BSPS yaitu revitalisasi. Supaya itu bisa melestarikan kebudayaan bangsa kita," ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan, pihaknya telah mendata sekitar 3.500 rumah adat yang dinilai layak untuk mendapatkan bantuan perbaikan.

"Yang terdata pada kami itu ada 3.500 rumah-rumah adat yang mungkin perlu perhatian, perlu penyelamatan. Ada juga yang telah direvitalisasi, tapi tidak terlalu banyak," kata dia.

Kementerian Kebudayaan sendiri usul agar revitalisasi rumah-rumah adat nantinya bisa menjadi sebuah program nasional, untuk melestarikan warisan budaya Nusantara yang sangat beragam.

"Jadi keberagaman itu tidak hanya diversity tapi bahkan mega diversity. Sangat beragam sekali. Rumah-rumah adat kita dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ini benar-benar sangat unik, khas, spesifik dan punya latar belakang value, nilai yang luar biasa," ungkapnya.

Fadli Zon pun usul agar pembiayaan bagi program ini bisa bersumber baik dari Kementerian Kebudayaan maupun Kementerian PKP. "Jadi kalau ini bisa kita kolaborasikan untuk anggaran yang akan datang, juga ini akan sangat baik bagi kita semua," sebutnya.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama