Antara Doa dan Usaha: Kisah Peserta Balangan Melewati Debar Hari Terakhir Uji Kompetensi

FOTO BERSAMA: Peserta asal Kabupaten Balangan mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Angkatan II di Samarinda - Foto Dok BKPSDM Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Hari kedua Uji Kompetensi Angkatan II menjadi momen yang penuh emosi bagi para peserta. Di balik jadwal seleksi yang tersusun rapi, tersimpan cerita tentang kegugupan, harapan, dan refleksi perjalanan karier yang tidak singkat.

Dua peserta asal Kabupaten Balangan, Norlatipah dan Meina Noriyana, merasakan langsung bagaimana tahapan wawancara bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga ruang untuk melihat kembali perjalanan profesional yang telah mereka tempuh.

Setiap peserta menjalani sesi selama kurang lebih 45 menit. Lima belas menit pertama digunakan untuk mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya, sementara tiga puluh menit berikutnya diisi dengan wawancara mendalam bersama tim penguji.

Saat memasuki ruangan, Norlatipah mengaku diliputi perasaan campur aduk antara gugup dan penuh harap. Namun suasana hangat dari pewawancara membuat proses berjalan lebih nyaman. Pertanyaan yang diajukan tidak hanya mengulas isi presentasi, tetapi juga menggali pengalaman analisis kebijakan, advokasi, hingga alasan pribadi memilih beralih ke Jabatan Fungsional Analis Kebijakan.

Bagi dirinya, pertanyaan-pertanyaan tersebut justru menjadi ruang refleksi tentang tujuan dan kontribusi yang ingin diberikan ke depan. Setelah sesi berakhir, rasa tegang perlahan berganti menjadi lega.

Pengalaman serupa dirasakan Meina Noriyana. Ia menyebut hari kedua sebagai salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan profesionalnya. Presentasi mengenai riwayat hidup, pengalaman kerja, serta policy brief yang disusunnya menjadi awal diskusi yang berkembang lebih dalam.

Suasana wawancara yang komunikatif membantu meredakan rasa gugup di awal. Seiring berjalannya sesi, kepercayaan diri tumbuh, hingga akhirnya ia mampu menyelesaikan tahapan tersebut dengan perasaan syukur dan lega.

Namun perjalanan para peserta belum berhenti di ruang wawancara.

Menurut informasi dari Rustan selaku koordinator tim penguji, proses penilaian dilakukan melalui mekanisme berlapis untuk menjaga objektivitas.

Naskah ujian tertulis berupa policy brief akan dinilai oleh pihak ketiga di luar Lembaga Administrasi Negara (LAN). Nilai tersebut kemudian digabungkan dengan hasil presentasi dan wawancara yang dinilai oleh tim penguji LAN Samarinda.

Proses pengumuman hasil memang memerlukan waktu yang tidak singkat, diperkirakan sekitar dua bulan. Hal ini karena pleno akhir melibatkan tiga lembaga sekaligus, yaitu LAN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian PANRB, sebelum rekomendasi kelulusan resmi diterbitkan.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus, mereka akan memperoleh sertifikat kompetensi yang berlaku selama dua tahun sebagai dasar pengangkatan ke dalam Jabatan Fungsional Analis Kebijakan.

Kini, yang tersisa bagi para peserta hanyalah menunggu. Sebuah fase yang sering kali terasa lebih menegangkan daripada ujian itu sendiri.

Meski demikian, bagi Norlatipah dan Meina Noriyana, serta peserta lainnya dari Kabupaten Balangan, proses ini telah menjadi pengalaman berharga. Lebih dari sekadar seleksi, Uji Kompetensi menjadi ruang pembelajaran, penguatan diri, sekaligus pengingat bahwa setiap langkah profesional selalu diawali oleh keberanian untuk mencoba.

Hasil mungkin masih jauh di depan, tetapi ikhtiar telah ditunaikan hari ini.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama