Menebar Sehat Lewat Seteguk Kombucha

MINUMAN SEHAT: Karmila meracik kombucha, minuman fermentasi yang mengubah perjalanan hidupnya - Foto Dok Adaro Indonesia.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Aroma teh fermentasi menguar dari sebuah rumah di kawasan Linda Regency 5, Kabupaten Tabalong. Dari dapur sederhana itu, Karmila meracik kombucha, minuman fermentasi yang mengubah perjalanan hidupnya.

Perjalanan itu bermula dari pengalaman pribadi. Beberapa waktu lalu kondisi fisik Karmila sempat menurun. Keadaan tersebut membuatnya mulai lebih memperhatikan apa yang ia konsumsi setiap hari.

Berangkat dari kepedulian akan kondisinya, ia mengenal kombucha. Teh fermentasi itu awalnya ia buat hanya untuk dirinya sendiri. Perlahan tubuhnya terasa lebih baik, dan pengalaman tersebut menumbuhkan keyakinan bahwa manfaatnya layak dibagikan kepada orang lain.

“Setelah merasakan manfaatnya, muncul semangat untuk berbagi kebaikan. Saya ingin para pejuang gerd dan autoimun lainnya juga bisa merasakan manfaat yang sama,” tuturnya.

Dari dapur sederhana, kombucha mulai diproduksi. Jumlahnya tidak banyak, namun perlahan minuman fermentasi itu menemukan para penikmatnya.

Seiring perjalanan usaha tersebut, Karmila tetap menjaga satu hal yang penting baginya, kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari komunitas Eco Enzyme Nusantara Tabalong, ia berusaha memastikan setiap proses usahanya tetap selaras dengan prinsip ramah lingkungan.

Para pelanggan didorong membawa botol sendiri untuk isi ulang agar penggunaan plastik dapat dikurangi. Langkah kecil itu menjadi cara sederhana baginya untuk mengurangi sampah plastik. 

Jika pun menggunakan botol, Karmila bahkan bersedia menjemput kembali botol yang telah digunakan dari rumah pelanggan. Setiap botol yang kembali berarti ada limbah yang tidak perlu berakhir di tempat pembuangan.

Sisa ampas teh dari proses fermentasi pun tidak dibuang. Ia mengembalikannya ke tanah sebagai pupuk organik. Dari dapur rumahnya, Karmila berusaha menjaga agar usaha yang ia jalankan tetap memberi dampak baik bagi lingkungan.

Usaha yang dimulai dari skala kecil tersebut terus berkembang. Pada 2024, ia mulai mengembangkan kombucha sebagai diversifikasi kreatif dari produk sabun ramah lingkungan yang lebih dulu ia jalankan.

Langkahnya semakin mantap ketika PT Adaro Indonesia hadir memberikan dukungan. Melalui program pembinaan UMKM, MIRANFA nama usaha milik Karmila, didorong untuk tumbuh lebih profesional sekaligus membuka ruang bagi berbagai inovasi baru.

Dari satu rasa original, ia mulai bereksperimen dengan berbagai varian. Ada teh hijau, mulberry yang ia beri nama BerryBucha, kopi dengan sebutan Koffucha, hingga bunga telang yang dikenal sebagai ButterFlyBrew. Beberapa di antaranya lahir dari kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.

Inovasi tersebut mengantarkannya meraih Juara 2 Tabalong Innovation Award 2025 kategori masyarakat melalui gagasan “Local Brew: inovasi minuman fermentasi kombucha berbasis bahan lokal dan ramah lingkungan".

Di balik slogan Pilihan Alami untuk Hidup Sehat, setiap botol kombucha ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000. Dari penjualan tersebut, ia kini mampu meraih omzet rata-rata sekitar dua juta rupiah per bulan.

Bagi Karmila, capaian itu menjadi penyemangat untuk terus berkembang. Ia percaya sebuah usaha membutuhkan ketangguhan serta kemauan untuk terus belajar.

“Kunci kesuksesan dalam usaha ini adalah ketangguhan dan kemauan untuk terus belajar. Usaha harus punya tujuan yang jelas agar kita tahu ke mana arah melangkah,” ujarnya.

Ia juga meyakini bahwa konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting dalam menjalankan usaha.

“Kita harus berani beradaptasi, konsisten, dan yang paling penting jangan pernah menyerah serta jangan pernah cepat merasa puas dengan hasil yang ada sekarang,” sambungnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama