![]() |
| FOTO BERSAMA: Foto bersama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPAKD, pada Senin (23/02/2026), di Hotel Rattan Inn Banjarmasin - Foto Dok M. Furqan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL - Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meminta seluruh anggota Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, agar terus meningkatkan kinerja dan inovasi program, demi mendorong peningkatan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD).
Hal ini disampaikan Gubernur H Muhidin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPAKD, pada Senin (23/02/2026), di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Peningkatan IKAD menurut Gubernur H Muhidin, adalah bagian dari upaya bersama untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan mampu mendukung kegiatan ekonomi secara produktif.
Dengan demikian, TPAKD harus difokuskan pada tiga arah prioritas utama yakni pertama, memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM, terutama UMKM yang memiliki potensi untuk naik kelas.
Kedua, mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah untuk memperluas jangkauan layanan keuangan, dan ketiga, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dan Visi Kalsel Bekerja, di mana penguatan ekonomi inklusif dan berbasis potensi daerah menjadi salah satu prioritas utama.
Disampaikan Ariadi Noor juga, kondisi perekonomian Kalsel tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata nasional. Ini menunjukkan, fondasi ekonomi daerah relatif kuat dan memiliki daya tahan yang baik.
Namun demikian, jika melihat struktur perekonomian lebih dalam, kontribusi terbesar masih didominasi oleh sektor pertambangan yaitu 27,94 persen.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa transformasi ekonomi harus terus dikerjakan, agar pertumbuhan ekonomi Kalsel tumbuh dan tidak terlalu bergantung pada sektor ekstraktif.
Dalam konteks inilah, sektor jasa keuangan memiliki peran yang sangat strategis. Data menunjukkan, sektor jasa keuangan di Kalsel tumbuh 10,34 persen, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.
Data ini menunjukkan, akses keuangan menjadi faktor kunci dalam mendorong aktivitas ekonomi baru, terutama bagi UMKM serta sektor produktif lainnya.
Rakorda TPAKD yang diselanggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel ini diikuti anggota TPAKD se Kalsel, Kepala Perwakilan BI Kalsel Fajar Madjardi, Kepala Ditjen Perbendaharaan Kalsel, Catur Arianto Widodo, para sekretaris daerah/mewakili, pimpinan perbankan atau sponsor keuangan lainnya, dan narasumber.
Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo dalam laporannya menyebut, kinerja dan perekonomian Kalsel secara umum dalam kondisi positif atau terjaga dengan baik.
Perhimpunan dana masyarakat terus meningkatkan, kondisi pasar modal yang positif, hingga aset lembaga keuangan yang terus naik.
Disampaikan Agus Maiyo juga, terkait peningkatan inklusi keuangan dalam RPJMD Kalsel 2025 – 2019 dan capaian realisasi program kerja TPAKD di tahun 2025.
Diharapkan seluruh TPAKD se Kalsel terus bersinergi, sehingga akses keuangan semakin luas dan kesejahteraan masyarakat makin merata.(wasaka.kalselprov.go.id)
Tags
Pemprov Kalsel
