TOPRILIS.COM, KALSEL – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan terus berinovasi dalam meningkatkan tata kelola sektor peternakan.
Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah SI ENAK (Sistem Informasi Elektronik Peternakan), sebuah inovasi digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pengelolaan data peternakan di daerah.
Inovasi SI ENAK mulai diterapkan sejak Januari 2023 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Aplikasi berbasis android dan web ini dirancang untuk menjawab berbagai permasalahan pengelolaan peternakan, khususnya terkait pendataan populasi ternak, kesehatan hewan, serta pengawasan penyakit menular.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi, SP., MH, menjelaskan, bahwa sebelum adanya SI ENAK, pengelolaan data peternakan masih dilakukan secara manual sehingga sering mengalami keterlambatan, ketidaktepatan, dan sulit diakses secara cepat.
“Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 853 kasus penyakit hewan menular. Kondisi ini menunjukkan pentingnya sistem data yang akurat dan terintegrasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui SI ENAK, seluruh data peternakan kini dapat dikelola secara digital, mulai dari data populasi ternak, kesehatan hewan, vaksinasi, inseminasi buatan, hingga lokasi kandang yang dilengkapi titik koordinat dan dokumentasi lapangan. Inovasi ini juga mendukung integrasi data dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperkuat perencanaan serta pengawasan sektor peternakan.
Keunggulan SI ENAK terletak pada kelengkapan fitur dan kemudahan akses. Aplikasi ini memiliki beberapa antarmuka pengguna, mulai dari peternak, pelaku usaha, Puskeswan, hingga Rumah Potong Hewan (RPH). Data yang tersaji dapat diunduh dalam bentuk laporan dan tabulasi, sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan berbasis data.
Selain itu, SI ENAK sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan.
Dalam implementasinya, SI ENAK telah melalui berbagai tahapan, mulai dari perancangan sistem, uji coba, pelatihan operator, sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pembaruan aplikasi juga terus dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan lapangan.
Hasil penerapan inovasi ini menunjukkan dampak positif, di antaranya meningkatnya efisiensi pelayanan kesehatan hewan, ketepatan pelaksanaan vaksinasi, serta peningkatan produktivitas ternak. Dengan sistem yang terintegrasi, petugas dapat melakukan pemantauan secara real time dan mengambil langkah cepat apabila ditemukan permasalahan di lapangan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap SI ENAK dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan peternakan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan daerah.(rls/elhami)
Tags
INOVDA BALANGAN
