Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan aset daerah yang berada di luar wilayah provinsi. Menurutnya, Anjungan Kalsel memiliki peran strategis sebagai etalase daerah di tingkat nasional.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Komisi I DPRD Kalsel meninjau langsung progres pembangunan Anjungan Pasar Terapung yang menjadi ikon budaya Kalimantan Selatan di kawasan TMII. Habib Hamid menyebutkan pembangunan dermaga pasar terapung telah berjalan sesuai rencana.
“Kita melihat pembangunan yang sudah berjalan, yaitu dermaga untuk pasar terapung. Insya Allah, sekitar satu bulan lagi pembangunan ini sudah selesai,” ujarnya.
Selain meninjau progres fisik, Komisi I juga mencermati kesiapan fasilitas pendukung di kawasan anjungan. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian, mulai dari jalur dermaga hingga fasilitas toilet yang telah disiapkan untuk memastikan pelayanan publik yang inklusif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Subbidang Promosi dan Anjungan Badan Penghubung Kalsel di Jakarta, Irisandy Winata Nasution, menjelaskan bahwa Pasar Terapung di TMII akan difungsikan sebagai sarana promosi budaya Banua. Banhub Kalsel berencana menghidupkan aktivitas pasar terapung di dermaga sebagai bagian dari pengenalan Kalimantan Selatan kepada pengunjung TMII.
Irisandy mengungkapkan, proses pembangunan sempat mengalami kendala perizinan di lingkungan TMII. Namun, melalui koordinasi antarkelembagaan, hambatan tersebut kini telah teratasi.
“Kami optimistis sekitar satu bulan ke depan Pasar Terapung di Anjungan Kalimantan Selatan sudah dapat beroperasi dan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung TMII,” pungkasnya. (rls/dina)