Kampung Haji Segera Dibangun, Indonesia Menangkan Bidding Tanah di Makkah

KAMPUNG HAJI: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Indonesia sudah berhasil memenangkan penawaran terkait tanah yang terletak di plot lahan nomor 6 di Makkah - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Indonesia sudah berhasil memenangkan penawaran terkait tanah yang terletak di plot lahan nomor 6 di Makkah.

Menurut dia, Indonesia makin dekat untuk memiliki hotel sendiri yang nantinya akan dibangun di Kampung Haji, Makkah.
Hal itu turut dibahas saat memberikan keterangan pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” katanya.

“Jadi, Bapak Rosan (CEO Danantara) melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah,” sambung Prasetyo.

Dia menuturkan bahwa Indonesia dapat memenangkan pengadaan tanah di Makkah karena kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, dengan kemenangan ini pula menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi bersedia untuk mengubah aturan agar sebuah negara dapat memiliki aset di Makkah.

“Yang ini (keberhasilan memenangkan bidding) atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden. Sehingga, untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara, bila bisa memiliki aset di Arab Saudi,” jelasnya.

Adapun, CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengungkapkan dari 90 peserta tender yang mengikuti lelang tanah yang kini menjadi plot terfavorit di kawasan Eastern Hindawiya, Makkah, itu Indonesia sudah masuk ke dalam peringkat tiga besar.

Sementara itu, dari delapan plot lahan yang disediakan oleh Royal Commission of Makkah (RCMC), Indonesia memilih plot lahan nomor 6. Lahan itu juga diincar oleh banyak negara lainnya karena relatif rata dan sudah agak kosong.

“Ternyata kita bukan datang beli, kita disuruh bidding, disuruh tender. Dikasihlah 8 plot oleh mereka. Kita lihatlah, dan waktu itu hanya satu setengah bulan. Kita lihat, dari 8 plot itu kita pilih yang nomor 6. Ternyata nomor 6 plot, nomor 6 ini ternyata yang paling favorit,” tutur Rosan. (jpnn.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama