Gabungkan Pusling dan Aplikasi i-Kalsel, Cara Dispersip Kalsel Genjot Literasi Masyarakat

PERLUAS AKSES LITERASI: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berinovasi memperluas akses literasi masyarakat melalui pengembangan layanan perpustakaan konvensional dan digital - Foto Dok MC Kalsel.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berinovasi memperluas akses literasi masyarakat melalui pengembangan layanan perpustakaan konvensional dan digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) serta pemanfaatan aplikasi i-Kalsel yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai koleksi buku secara digital.

Salah satu implementasi layanan tersebut dilakukan dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling bagi peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan I hingga X di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Layanan Pusling ini bertujuan mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat, termasuk kalangan aparatur sipil negara (ASN), sehingga mereka dapat memanfaatkan berbagai koleksi buku untuk menambah wawasan dan pengetahuan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan,” ujar Kepala Disperisip Kalsel, Sri Mawarni, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan orientasi tersebut diikuti 400 PPPK yang terbagi dalam 10 angkatan, dengan masing-masing angkatan berjumlah 40 orang. Pelaksanaannya berlangsung di Kampus I dan II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, mulai 28 Oktober hingga 25 November 2026.

Penguatan layanan literasi tersebut juga didukung melalui sinergi antara Dispersip Kalsel dan BPSDMD Provinsi Kalsel yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama antar kedua belah pihak.

Sri Mawarni menambahkan, perluasan akses literasi perlu didukung dengan berbagai kemudahan layanan, baik melalui penyediaan bahan bacaan secara langsung maupun pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga kebutuhan bahan bacaan dan informasi dapat dipenuhi secara lebih praktis.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dispersip Kalsel menyediakan aplikasi i-Kalsel yang memiliki lebih dari 2.000 koleksi buku digital. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk ASN, untuk membaca berbagai bahan pustaka tanpa harus berkunjung langsung ke perpustakaan.

Sri Mawarni pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital tersebut karena dapat diakses secara gratis melalui App Store maupun Play Store.

“i-Kalsel ini untuk seluruh masyarakat yang memerlukan bahan bacaan digital dan tepercaya. Layanannya gratis, tidak dipungut biaya, dan bisa diakses melalui App Store maupun Play Store,” pungkasnya.

Melalui pengembangan layanan Pusling dan aplikasi i-Kalsel, Dispersip Kalsel berharap akses masyarakat terhadap bahan bacaan semakin luas dan mudah dijangkau. Kombinasi layanan perpustakaan secara langsung dan digital ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya literasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan. (MC Kalsel/Jml)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama