TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyampaikan status manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tak akan lagi menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) setelah masa kontrak dua tahun berakhir. Mereka akan menjadi pegawai koperasi.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari mengatakan masa kontrak dua tahun tersebut dianggap seperti masa percobaan (probation). Pemerintah memfasilitasi pembayaran gaji melalui anggaran negara pada tahap awal agar koperasi dan para manajer bisa fokus membangun serta mengoptimalkan bisnis di lapangan tanpa terbebani urusan pembayaran gaji.
"Ya, jadi pegawai koperasi. Pegawai koperasi itu keren loh," ujar Destry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Destry menjelaskan pada saat memasuki bulan ke-25 atau setelah dua tahun, koperasi sudah harus mandiri beroperasi dan mampu membayar gaji pegawainya sendiri. Oleh karena itu, selama masa kontrak berjalan, para manajer memiliki target kinerja yang harus dicapai.
"Bulan ke-25 itu kan seharusnya koperasi sudah bisa beroperasi dengan membayar gaji-gaji ini sendiri kan dia sebagai badan usaha itu kan dia harus melakukan itu," jelas Destry.
Sejumlah target kinerja yang harus dicapai manajer KDKMP, mulai dari pencapaian target transaksi penjualan, kemampuan memperluas jumlah anggota masyarakat desa yang bergabung, hingga mengonsolidasikan produk-produk potensi desa yang ada.
Jika target-target tersebut tercapai dan berjalan lancar, para manajer diharapkan sudah dapat menghitung sendiri target transaksi agar besaran penghasilan mereka minimal setara dengan yang dibayarkan negara sebelumnya.
"Akhirnya transaksinya minimal harus berapa ya supaya gajiku minimal didapat seperti yang dibayar sama negara melalui Agrinas," jelasnya.
Destry optimistis hal ini dapat berjalan dengan baik. Sebab, di beberapa lokasi KDKMP yang sudah berjalan, perputaran transaksi harian toko koperasi menunjukkan hasil yang positif.
"Kemarin itu ada yang transaksinya itu sudah satu hari Rp 1 juta, yang kita datang ya, satu hari itu transaksi tokonya doang loh, belum jalan semua tuh yang potensi desa, yang dari jualan barang subsidi itu tadi aja sudah ada yang Rp 1 juta," jelasnya.(detik.com/elh)
Tags
Bisnis
