![]() |
| DUA PRESTASI: KIR SMKN 1 Paringin berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional - Foto Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMK Negeri 1 Paringin kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, KIR SMKN 1 Paringin berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional.
Prestasi tersebut yakni Juara Harapan 1 pada kompetisi Moment of General Physics Education (MOTOGPE) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Juara Harapan 2 pada LKTI CYNIDE yang diselenggarakan oleh Vokasi Universitas Udayana (UNUD), Bali.
Perubahan nama dari Electriciteam menjadi KIR SMKN 1 Paringin mencerminkan perkembangan kegiatan penelitian di sekolah. Jika sebelumnya berfokus pada siswa Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), kini KIR membuka ruang kolaborasi bagi siswa dari berbagai program keahlian. Perluasan ini bertujuan untuk mendorong budaya penelitian dan inovasi yang melibatkan beragam kompetensi.
Kegiatan KIR ini dibina oleh Suhada, guru pembina KIR sekaligus Kepala Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Paringin.
Raih Juara di MOTOGPE ULM dengan Inovasi Tongkat Tunanetra
Pada kompetisi MOTOGPE ULM yang dilaksanakan 12 September 2026 di Banjarbaru, tim yang beranggotakan Rezha Maulidy Saputera, Akhmad Raihan Ramadhani, dan Muhammad Reigi Alfarizi mengusung inovasi TANGGUH 2.1 (Tongkat Andalan Guna Hambatan Tunanetra).
Inovasi ini dikembangkan sebagai alat bantu untuk mendukung mobilitas penyandang tunanetra. Dari total 10 tim finalis tingkat nasional, KIR SMKN 1 Paringin berhasil meraih Juara Harapan 1.
Perjalanan menuju presentasi MOTOGPE ini diwarnai kendala tak terduga. Saat hendak melakukan presentasi secara daring, listrik padam dan seluruh laptop kehabisan daya baterai. Menghadapi situasi tersebut, tim segera bergegas ke rumah salah satu anggota untuk mengisi daya dan melanjutkan persiapan presentasi.
"Pengalaman ini menjadi bukti pentingnya inisiatif, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi kendala teknis dalam kompetisi," ungkap perwakilan tim Rezha, Selasa (13/10/2026).
Juara di Bali dengan Inovasi Penentu Harga Karet
Prestasi kedua diraih melalui LKTI CYNIDE Vokasi Universitas Udayana, Bali. Dalam kompetisi ini, KIR SMKN 1 Paringin meraih Juara Harapan 2 melalui inovasi PAKAR 2.1 (Penentu Harga Karet Berbasis K3).
Alat ini dikembangkan untuk membantu menentukan harga karet berdasarkan Kadar Karet Kering (K3), sehingga kualitas karet dapat menjadi dasar penentuan harga yang lebih terukur dan adil bagi petani.
Kompetisi CYNIDE menjadi pengalaman istimewa karena menjadi kesempatan pertama tim mengikuti ajang ilmiah di Bali sekaligus mengenal lingkungan akademik Universitas Udayana. Selama proses penilaian, tim menghadapi pertanyaan mendalam dari dewan juri mengenai kandungan kimia karet dan masukan berharga terkait penggunaan standar deviasi sebagai ukuran sebaran dan konsistensi data penelitian.
Kedua kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi anggota KIR dalam mengembangkan kemampuan penelitian, penguasaan materi, komunikasi ilmiah, dan presentasi.
Dukungan Penuh Sekolah
Kepala SMKN 1 Paringin, Sukamto, menyampaikan kebanggaannya atas usaha dan perjuangan tim KIR dalam membawa nama sekolah ke tingkat nasional.
“Kami bangga atas usaha dan perjuangan tim KIR SMKN 1 Paringin. Sekolah akan terus mendukung anak-anak untuk mengharumkan nama sekolah. Semoga pada tantangan dan kompetisi berikutnya, mereka dapat memperoleh hasil yang maksimal,” ungkap Sukamto.
Melalui TANGGUH 2.1 dan PAKAR 2.1, KIR SMKN 1 Paringin menunjukkan komitmen untuk mengembangkan inovasi yang berangkat dari permasalahan nyata di masyarakat. Dengan semangat kolaborasi lintas jurusan, KIR diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya inovatif, serta membangun budaya ilmiah yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.(rls/elhami)

