KIR SMKN 1 Paringin Kembali Raih Juara SOBAT UT melalui AWARE 1.0

KEMBALI BERPRESTASI: Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMKN 1 Paringin kembali menorehkan capaian membanggakan dalam ajang SOBAT UT Competition 2026. Melalui inovasi AWARE 1.0 (Alat Pengawas dan Penghemat Air) - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Sebuah prestasi tidak selalu lahir dari perjalanan yang mulus. Setelah mencatatkan prestasi pada 2020, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMKN 1 Paringin kembali menorehkan capaian membanggakan dalam ajang SOBAT UT Competition 2026. Melalui inovasi AWARE 1.0 (Alat Pengawas dan Penghemat Air), tim berhasil meraih Juara 3 kategori SMK Umum setelah melewati rangkaian seleksi ketat hingga babak final pada 7 Oktober 2026.

SOBAT UT Competition dan Tantangan Inovasi

SOBAT UT Competition merupakan ajang pengembangan inovasi yang diselenggarakan oleh United Tractors. Kompetisi bergengsi ini mencakup tujuh kategori, yaitu SMA/MA Umum, SMK Umum, SMK Teaching Factory (TeFa), Politeknik/Universitas Umum, Guru Umum, Dosen Umum, dan Kelompok Disabilitas.


Bagi peserta, kompetisi ini menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan dan menghadirkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan.

Dari Prestasi 2020 Menuju Perjalanan Kembali

KIR SMKN 1 Paringin memiliki rekam jejak yang baik dalam kompetisi ini. Pada tahun 2020, KIR berhasil meraih Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan 1 dalam ajang LKTI SOBAT UT.

Namun, pada tahun-tahun berikutnya, tim belum berhasil kembali lolos. Baru pada 2026, setelah proses evaluasi dan pembelajaran yang berkelanjutan, KIR kembali menembus tahapan seleksi hingga berhasil meraih Juara 3. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci untuk kembali berprestasi.

AWARE 1.0 Mengantarkan Tim ke Babak Final

AWARE 1.0 dikembangkan sebagai alat untuk membantu memantau dan mengendalikan penggunaan air secara lebih terukur, berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya pengelolaan air yang sering sulit dipantau secara manual.

Perjalanan tim dalam kompetisi berlangsung melalui tiga tahapan seleksi. Pada tahap pertama, proposal harus bersaing dengan ratusan usulan dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Tim kemudian berhasil masuk dalam 35 tim terbaik yang melanjutkan ke tahap pengembangan proyek dan seleksi melalui video demonstrasi. Pada tahap akhir, AWARE 1.0 berhasil mengantarkan tim masuk sebagai 5 finalis untuk mempresentasikan inovasi secara daring pada 7 Oktober 2026.

Tim inti terdiri atas Novi Norsfa dari kelas XII TITL dan M. Reigi Alfarizi dari kelas XI TITL, yang dibimbing oleh Suhada, Izuddin Syarif, dan Daspriannti. Capaian ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi seluruh anggota KIR SMKN 1 Paringin dalam proses pengembangan dan pendampingan proyek.

Kesadaran dan Kepedulian sebagai Landasan Inovasi

Bagi KIR SMKN 1 Paringin, inovasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetisi, tetapi juga berangkat dari kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan di sekitar. Nilai tersebut menjadi landasan untuk mengembangkan kreativitas dan penelitian yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

Apresiasi atas capaian ini turut disampaikan oleh sejumlah pihak. M. Rahmadoni dan M. Farhat Adha Diannur, anggota Komite Light Community21, menilai keberhasilan tersebut sebagai buah dari kerja keras dan kreativitas tim. Ia berharap AWARE 1.0 menjadi pemantik semangat bagi Novi, Reigi, dan seluruh anggota KIR untuk terus berprestasi di tingkat nasional.

Sementara itu, Indra Purnama, anggota SINTELNAS97, mengapresiasi AWARE 1.0 sebagai karya yang inovatif, berpotensi dikembangkan secara bisnis, serta dapat memberikan manfaat bagi manusia dan bumi.

Kepala SMKN 1 Paringin, Sukamto, mengaku sangat bangga atas capaian tim KIR yang telah mengharumkan nama sekolah. Ia berharap budaya semangat inovasi dan prestasi ini juga tumbuh pada siswa-siswi lainnya.

Capaian ini tidak terlepas dari dukungan kepala sekolah dan para guru SMKN 1 Paringin yang memberikan ruang serta kesempatan kepada siswa untuk berkompetisi. Prestasi tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi KIR untuk terus mengembangkan budaya penelitian, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama