Kemenkeu dan Kemendagri Matangkan Skema Insentif Rp 1 Triliun bagi Pemda Berprestasi

SIAPKAN INSENTIF: Pemerintah akan melanjutkan pemberian insentif fiskal kepada daerah guna menciptakan iklim kompetitif dalam meningkatkan kinerja pembangunan - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan melanjutkan pemberian insentif fiskal kepada daerah guna menciptakan iklim kompetitif dalam meningkatkan kinerja pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan instrumen insentif yang dititipkan melalui Kementerian Dalam Negeri pada tahun lalu terbukti efektif memicu semangat berprestasi antardaerah.

"Kemudian yang kami bicarakan juga adalah dalam rangka di antaranya pemberian insentif fiskal kepada daerah-daerah," ujar Tito seusai bertemu Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, baru-baru ini.

Tito menjelaskan berbagai kategori penilaian telah disiapkan untuk mengukur keberhasilan kinerja kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Tito, dana insentif tersebut memicu kepala daerah untuk meningkatkan kinerja pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja, hingga pengentasan pengangguran dan kemiskinan.

"Tahun lalu diberikan oleh Kementerian Keuangan dititipkan kepada Kemendagri dalam jumlah yang lumayanlah untuk membuat iklim kompetitif antar-kepala daerah ya," ujar Tito.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengonfirmasi alokasi Dana Insentif Daerah (DID) dalam APBN 2027 telah disiapkan sementara ini sebesar Rp 1 triliun untuk mendesain pencapaian indikator pembangunan yang lebih baik.

"Ini akan kami desain sehingga nanti indikator apa yang kita gunakan sehingga nanti pemerintah daerah itu bekerja menuju menciptakan indikator tersebut," kata Suahasil.

Suahasil menegaskan mekanisme insentif anggaran dan transfer ini bukan kebijakan baru, karena telah diterapkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir bersama Kementerian Dalam Negeri.

Pendekatan tersebut diyakini terbukti ampuh mendorong pemerintah daerah untuk fokus mengendalikan inflasi, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menggenjot indikator pembangunan lainnya.

Melalui skema kompetisi ini, kepala daerah didorong untuk berlomba-lomba menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.

"Sebenarnya ini bukan barang baru," ucapnya menegaskan.(jpnn.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama