Muhidin Lepas 56 Kafilah MTQ, Minta Jaga Fisik dan Fokus Berjuang

 

ARAHAN: Sebanyak 56 kafilah perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dilepas Gubernur Kalsel H. Muhidin untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional di Semarang, Jawa Tengah - Foto Dok MC Kalsel.


TOPRILIS.COM, KALSEL - Sebanyak 56 kafilah perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dilepas Gubernur Kalsel H. Muhidin untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Pelepasan tersebut menandai kesiapan kontingen Kalsel untuk berlaga pada 11 hingga 20 September 2026.

Prosesi pelepasan 56 kafilah diawali dengan Salat Magrib berjemaah, dilanjutkan Salat Hajat dan doa bersama untuk memohon kelancaran serta kesuksesan para kafilah kepada Allah SWT selama mengikuti MTQ XXXI di Semarang. Acara kemudian ditutup dengan Salat Isya berjemaah.

Ditemui usai pelepasan, Muhidin berpesan kepada seluruh kafilah agar menjaga kesehatan, pola makan, dan kondisi fisik selama mengikuti rangkaian MTQ. Hal tersebut penting agar para peserta dapat tampil maksimal dalam menjalankan tugas sebagai perwakilan Kalsel.

“Mudah-mudahan dengan pelepasan malam ini, para kafilah bisa menjaga diri, khususnya kesehatan, pola makan, dan segala sesuatunya supaya di sana dalam keadaan sehat dan fit, sehingga bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik sebagai perwakilan Kalsel pada MTQ XXXI di Semarang,” ujar Muhidin, Banjarmasin, Rabu (9/9/2026).

Selain kepada kafilah, Muhidin juga memberikan penekanan kepada para pendamping agar fokus menjalankan tugas selama berada di Semarang. Ia mengingatkan pendamping untuk tidak bepergian ke daerah lain di luar tugas pendampingan selama pelaksanaan MTQ.

“Bagi pendamping, agar kiranya tidak jalan-jalan ke daerah lain selama melaksanakan tugasnya dalam mendampingi para kafilah. Karena kita niatnya adalah mengiringi kafilah di Semarang. Jadi, pastikan betul-betul keperluan para kafilah di sana terpenuhi,” tuturnya.

Muhidin bahkan menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat atau pendamping yang diketahui meninggalkan lokasi penugasan untuk bepergian ke daerah lain selama tugas belum selesai.

“Jika ada yang ketahuan jalan-jalan ke daerah lain saat tugasnya masih belum selesai, maka akan ada sanksi berat menanti. Jika ia seorang kepala dinas, maka akan saya ganti. Begitu pula dengan TAG atau pejabat lain di lingkup Pemprov Kalsel, jika ketahuan sedang jalan-jalan ke daerah lain saat bertugas, maka akan saya berhentikan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, Muhidin berharap keikutsertaan Kalsel dalam MTQ Nasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Menurutnya, target utama keikutsertaan kontingen Kalsel bukan hanya meraih prestasi dalam perlombaan, tetapi juga mendorong masyarakat agar semakin gemar membaca dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Target utama dari keikutsertaan kontingen ini adalah untuk membangkitkan dan meningkatkan budaya gemar membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat luas,” pungkasnya. (MC Kalsel/Jml)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama