Menuju Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Minta Pelaku Usaha Tingkatkan Kualitas

WAJIB HALAL: Wajib Halal Oktober 2026 dinilai menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem halal dan daya saing produk nasional - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan Wajib Halal pada Oktober 2026 dinilai dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian mengatakan, kewajiban sertifikasi halal seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif oleh pelaku usaha. Kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas, tata kelola, hingga daya saing produk.

“Halal bukan sekadar label. Halal adalah nilai, integritas, kepercayaan, dan bagian dari peradaban,” kata Ary di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ary, perkembangan Halal Value Chain (HVC) menunjukkan bahwa ekonomi halal telah berkembang menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian Indonesia.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri halal global.

“Pertanyaannya sekarang, apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar halal dunia, atau kita akan menjadi salah satu pemain utama ekonomi halal dunia? Saya percaya, jawabannya harus yang kedua,” tegasnya.

Ary secara khusus mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, melihat Wajib Halal sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas bisnis.

“Jangan melihat Wajib Halal sebagai beban. Lihatlah sebagai peluang untuk naik kelas, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas produk, memperkuat rantai pasok, dan memperluas pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan industri halal juga harus diikuti pembangunan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan karakter kuat.

“Ekonomi yang kuat harus dibangun oleh manusia yang kuat karakternya. Karena itu, pembangunan ekosistem halal pada akhirnya bukan hanya pembangunan industri, tetapi juga pembangunan manusia,” ucapnya.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama