Usai Dilantik Menag RI, DPW IAEI Kalsel Prioritaskan 5 Program untuk Ekonomi Islam Banua

DILANTIK: Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Kalimantan Selatan resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar di Banjarmasin - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Kalimantan Selatan resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar di Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).


Ketua Umum DPW IAEI Kalsel, Prof. Dr. Ahmad Yunani, SE., M.Si, menegaskan IAEI Kalsel hadir untuk menjadikan ekonomi Islam dan ekonomi syariah semakin membumi dalam pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan di Kalimantan Selatan yang religius.

"Kami melanjutkan perjuangan Datu Kalampayan Syech Muhammad Arsyad Al Banjari, para Ulama, Habaib, Tuan Guru, dan para Dai dalam melakukan edukasi dan bimbingan kepada umat melalui para Ahli Ekonomi Islam di Kalimantan Selatan,"tegas Yunani, Senin (10/8/2026).

IAEI Kalsel merupakan kolaborasi akademisi dari ULM, UIN, UMB, UNISKA, STIENAS, IBITEK, STIMI, UNU, STAI Darussalam, Poliban, dan Politeknik Hasnur, bersama perbankan syariah, profesional, pengusaha, dan birokrat yang berkiprah di bidang ekonomi Islam.


5 Program Prioritas IAEI Kalsel

1. IAEI Policy & Economic Research Center
Menjadi pusat kajian, riset, dan rekomendasi kebijakan ekonomi Islam berbasis data. Menghasilkan policy brief, kajian strategis, dan Islamic Economic Outlook Kalsel sebagai masukan bagi pemerintah.

2. Halal Economy & UMKM Acceleration
Mendorong UMKM naik kelas melalui ekosistem ekonomi halal. Mulai dari legalitas, sertifikasi halal, peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, pembiayaan syariah, hingga perluasan akses pasar untuk memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi Banua.

3. Zakat–Wakaf Productive Movement
Mengembangkan zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi produktif. IAEI mendorong kolaborasi dengan BAZNAS, LAZ, nazhir, pemerintah, dan lembaga keuangan syariah untuk menciptakan usaha produktif dan kemandirian masyarakat.


4. Young Islamic Economist Academy
Membangun generasi ekonom muda Islam Kalsel yang unggul, kompeten, dan berintegritas melalui pendidikan, riset, pelatihan, kewirausahaan, dan penguasaan data sebagai wadah kaderisasi pemimpin ekonomi Islam masa depan.

5. Islamic Economic Development Index Kalsel
Mengembangkan indeks untuk mengukur dan memetakan perkembangan ekonomi syariah di kabupaten/kota. Cakupannya meliputi keuangan syariah, industri halal, zakat-wakaf, UMKM, SDM, digitalisasi, dan kesejahteraan sebagai dasar perumusan kebijakan.

"Benang merah kelima program ini diarahkan untuk mewujudkan IAEI Kalsel sebagai Think Tank dan Strategic Partner dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang inklusif, produktif, berbasis riset, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan Banua," tambah Yunani.


Dukungan Penuh Tokoh Kalsel

Kekuatan DPW IAEI Kalsel juga diperkuat jajaran Dewan Pembina yang diisi Gubernur H. Muhiddin, Wagub H. Hasnuryadi Sulaiman, SE., M.AB, Kepala BI Haris Munandar, Ph.D, Ketua OJK Agus Maiyo, SE., MBF, Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si, dan Rektor UIN Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd.

Sementara di Dewan Penasehat terdapat KH Ahmad Syairazi, SM, Ketua MUI Kalimantan Selatan, dan Dewan Pertimbangan Prof. Dr. KH. Hafiz Anshari, MA.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama