KPOTI Tapin Perkuat Komitmen Lestarikan Permainan Tradisional

RAKER KPOTI: KPOTI Kabupaten Tapin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan permainan dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Tapin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan permainan dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

Komitmen itu ditegaskan Ketua KPOTI Kabupaten Tapin, Nur Padilah, saat menghadiri Rapat Kerja KPOTI Provinsi Kalimantan Selatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Sabtu (29/8/2026).

Rapat kerja tersebut menjadi forum konsolidasi pengurus KPOTI se-Kalimantan Selatan untuk menyamakan persepsi mengenai arah, tujuan, fungsi, dan peran organisasi dalam pengembangan permainan serta olahraga tradisional.

Ketua KPOTI Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Mashud dalam arahannya menekankan pentingnya kesamaan pemahaman seluruh pengurus agar program KPOTI dapat berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Penyamaan persepsi diperlukan agar pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki visi yang sama dalam mengembangkan permainan dan olahraga tradisional Indonesia," ujarnya.

Selain konsolidasi internal, KPOTI juga didorong memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, terutama Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora). Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar permainan tradisional tidak hanya diposisikan sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter, pelestarian budaya, pembinaan olahraga, dan aktivitas masyarakat.

Nur Padilah mengatakan pembinaan olahraga prestasi dan pelestarian permainan tradisional merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.

"Sebagai praktisi olahraga, kita harus selalu mengembangkan olahraga secara menyeluruh. Kita memiliki tanggung jawab untuk membina olahraga Olimpiade sebagai bagian dari upaya mencetak prestasi, tetapi pada saat yang sama olahraga tradisional juga harus terus kita kembangkan karena di dalamnya terdapat nilai kebudayaan dan rekreasi yang sangat penting," ungkapnya.

Ia menilai permainan tradisional memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat dan mengandung nilai yang relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda. Selain mendorong aktivitas fisik, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana membangun kerja sama, sportivitas, kedisiplinan, keberanian, dan kreativitas.

Karena itu, KPOTI Kabupaten Tapin berencana terus memperluas pengembangan permainan tradisional melalui sinergi dengan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat.

"Olahraga dan budaya seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat tumbuh bersama. Kita membina prestasi melalui olahraga, sekaligus menjaga jati diri daerah melalui permainan tradisional," tegasnya.

Melalui rapat kerja tersebut, KPOTI Kabupaten Tapin berharap koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota semakin kuat. Sinergi dengan instansi terkait juga diharapkan mampu memperluas ruang pengembangan permainan tradisional di Kalimantan Selatan.

KPOTI Tapin menilai keberlanjutan permainan tradisional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar warisan budaya tersebut tetap dikenal, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya di tengah perkembangan zaman.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama