Kabar Baik! Program 4 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Ditanggung APBN

SERTIFIKAT TANAH: Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menargetkan satu juta sertifikat gratis untuk masyarakat berpenghasilan renda (MBR) pada 2026 - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyebut tidak hanya menyiapkan subsidi bagi hunian vertikal atau rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tapi juga pemberian sertifikat gratis. Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pemerintah akan menargetkan pemberian satu juta sertifikat bagi masyarakat yang punya tanah, tetapi belum memiliki rumah.

Pemberian sertifikat tidak diberikan secara langsung, melainkan bertahap hingga 2028.

"Program baru yang juga dilaksanakan oleh pemerintah dan dalam hal ini oleh Menteri Agraria dan Pertanahan ya, Bapak Nusron Wahid. Ini adalah pemberian sertifikat gratis kepada masyarakat yang punya tanah ya, masyarakat yang punya tanah tapi belum berupa sertifikat ya," kata Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Tiga Juta Rumah di Lahan KAI Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Tahun ini, kata Hashim, ditargetkan sebanyak satu juta sertifikat gratis. Selanjutnya, 2027 ditargetkan 3 juta sertifikat, hingga 2028 dapat mencapai 4 juta sertifikat.

Dengan demikian, pemerintah akan memberikan sebanyak 4 juta sertifikat secara gratis selama tiga tahun untuk masyarakat Indonesia yang belum memiliki sertifikat.

"Dalam 3 tahun pemerintah akan menyediakan secara gratis kepada masyarakat Indonesia yang belum punya sertifikat," ujar dia.

Hashim menuturkan, seluruh pembiayaan program pemberian sertifikat gratis bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Ia mengklaim penggunaan anggaran tersebut telah disetujui oleh pemerintah.

"Ini akan dimulai dan ini semuanya dari APBN sudah disetujui pemerintah dan segera akan dilaksanakan. So, ini untuk, ini bukan hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan ya," kata Hashim.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama