TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana pembatasan pembelian Pertalite untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian.
Bahlil menegaskan, selama kajian tersebut belum menghasilkan keputusan, mekanisme pembelian Pertalite masih berjalan seperti biasa. Saat ini, kendaraan bus dan truk masih mendapatkan kuota pembelian BBM hingga 200 liter per hari. Sementara itu, kendaraan biasa mendapatkan kuota 50 liter per hari.
"Pembatasan Pertalite, sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Sekarang masih kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Bahlil menjelaskan, rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi desil 9-10 dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Menurut Bahlil, masyarakat yang masuk kelompok desil 9-10 tergolong mampu sehingga tidak seharusnya mendapatkan BBM subsidi.
"Tapi gini loh, masih, kita kan kalau Desil 9, 10 itu kan seperti saya, seperti Pak Ketua Asosiasi. Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil.
Sebagai informasi, rencana pembatasan ini mencuat setelah adanya pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Bahlil di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengatakan pemerintah tengah membahas kemungkinan pembatasan subsidi Pertalite bagi kelompok desil 9-10.
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalilte untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan kemungkinan besar pembatasan tersebut akan mulai diterapkan pada akhir tahun. Namun, hingga kini prosesnya masih dalam pembahasan.
"Masih didiskusikan-masih didiskusikan. Sebelum tahun depan mungkin kita implementasikan," sambungnya.(detik.com/elh)
Tags
Bisnis
