TOPRILIS.COM, KALSEL - PT Adaro Indonesia mengakhiri rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan melaksanakan penanaman pohon bersama para mitra kerja di area view point bekas tambang Paringin Utara, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Senin (6/7).
Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan awareness bersama dalam pengembangan kawasan model pascatambang Paringin Utara yang diproyeksikan sebagai ekosistem fungsional sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat, sesuai dengan kriteria keberhasilan pascatambang.
Pengembangan kawasan model pascatambang Paringin Utara menjadi salah satu tahapan penting karena memiliki luas sekitar 400 hektar atau sekitar 20 kali lebih besar dibandingkan kawasan model pascatambang yang telah dikembangkan sebelumnya di Paringin Tengah.
Pengembangan kawasan ini juga dilakukan melalui konsep Ecological Green Belt (EGB) sebagai bagian dari strategi pemulihan lingkungan.
"Melalui model EGB, kita menyiapkan jenis tanaman khusus pada dinding pit dan sekitar kolam untuk mendukung kestabilan lereng sebelum mencapai titik overflow," jelas Fazlul Wahyudi, Project Management Reclamation & DAS Rehabilitation Section Head PT Adaro Indonesia.
Pada kegiatan penanaman itu, terdapat 25 jenis tanaman ficus dan 25 jenis tanaman buah sebagai bagian dari tahapan awal pengembangan kawasan.
Ke depan, upaya pemulihan ini juga direncanakan mencakup pembangunan wetland atau lahan basah untuk mengelola kualitas air yang keluar dari area Paringin Utara.
Sistem tersebut akan mendukung transisi pengolahan air dari metode aktif menuju metode pasif, sehingga air dapat terproses alami sebelum dialirkan ke lingkungan sesuai baku mutu lingkungan.
Fazlul menjelaskan, pendekatan yang telah diterapkan di kawasan model pascatambang Paringin Tengah akan menjadi acuan dalam pengembangan Paringin Utara dan area tambang Adaro Indonesia lainnya.
Melalui pengelolaan yang bertahap, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, budidaya perikanan, hingga pengembangan pertanian terapung.
Environmental Sustainable Department Head PT Adaro Indonesia, Mekka Riadhah, menegaskan bahwa keberhasilan pascatambang merupakan hasil kolaborasi berbagai fungsi di perusahaan, mulai dari tim operasi, perencanaan, reklamasi, hingga CSR.
"Tugas kita belum berakhir dengan selesainya penambangan. Pascatambang adalah fase krusial untuk mengembalikan fungsi lingkungan agar produktif kembali," ujar Mekka.
Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini menjadi langkah awal untuk memastikan lahan pascatambang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat di masa mendatang.(rls/elhami)

