![]() |
| KOPDES: Zulhas mengatakan pemerintah akan membantu mengelola Koperasi pada masa transisi selama 2 tahun. Menurutnya, 2 tahun ke depan, pengelolaan Kopdes akan diberikan kepada setiap desa - Foto Net. |
TOPRILIS.COM, JAKARTA - Puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih diperkirakan beroperasi pada September 2026. Hal ini diungkapkan langsung Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Pria yang karib disapa Zulhas itu mengatakan hingga September akan ada 25 ribu Kopdes yang mulai beroperasi. Sementara hingga akhir tahun 2026 direncanakan akan ada 35 ribu Kopdes yang beroperasi.
Zulhas mengatakan pemerintah akan membantu mengelola Koperasi pada masa transisi selama 2 tahun. Menurutnya, 2 tahun ke depan, pengelolaan Kopdes akan diberikan kepada setiap desa.
"Lalu, 2 tahun perbaikan, dibenahi, diselesaikan, setelah 2 tahun diserahkan kepada desa. Nah ini. Desa, karena itu koperasi milik desa. Ya, jelas ya," ujar Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026) kemarin.
Zulhas mengatakan Kopdes akan menyalurkan seluruh bantuan pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos). Kebijakan ini rencananya mulai berlaku pada September.
Penyaluran subsidi melalui Kopdes ini menjadi salah satu arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam hal ini, KDMP berperan sebagai infrastruktur pemerintah yang menyalurkan barang-barang subsidi.
"Bansos, bantuan pemerintah, semua nanti melalui Kopdes. Terpusat di Kopdes," ungkap Zulhas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pun mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah Indonesia mampu memiliki rantai pasok kebutuhan pokok hingga ke desa karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih.
"Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa," ujar Prabowo.
Menurutnya, dengan rantai pasok sampai desa, pemerintah bisa menjamin tidak ada lagi kelangkaan barang pokok dan penimbunan barang. Dengan adanya Kopdes, pemerintah dapat memantau langsung rantai pasok barang.
"Pertama kali dalam sejarah. Kita sekarang tidak bisa kita di-blackmail. Tidak bisa nanti ada barang langka. Tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis. Mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka, tidak bisa karena kita akan mengerti di mana langka, di mana lebih. Satu desa kelebihan telur, di desa lain kurang, kita akan paham dan mengerti, dan kita akhirnya akan lebih baik dan lebih cepat untuk mengendalikan inflasi," papar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan Kopdes akan menyalurkan semua barang subsidi dengan pengawasan ketat. Prabowo menilai barang subsidi adalah milik masyarakat, tak sepatutnya dipermainkan harga dan pasokannya.
Prabowo mengatakan ribuan Kopdes akan selesai tahun ini. Setiap koperasi akan memiliki gudang hingga lemari pendingin, sehingga hasil panen di desa bisa disimpan lebih lama. Setiap koperasi juga kan memiliki apotek yang menjual obat murah dan terjangkau buat masyarakat. Akan ada juga kendaraan operasional untuk mendukung proses usaha warga desa.(detik.com/elh)
Tags
Nasional
