Menkes Siapkan Integrasi Layanan Kopdes Merah Putih dan Poskesdes

INTEGRASI LAYANAN: Menkes Budi Gunadi soroti integrasi layanan Pos Kesehetan Desa dan Puskesmas Pembantu dengan Koperasi Desa Merah Putih - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pihaknya sedang menyiapkan integrasi layanan kesehatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Hal itu disampaikan Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers usai rapat tertutup Rapat Koordinasi KDKMP di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Bidang Pangan), Selasa, 28 Juli 2026.

"Memang perintah Presiden Prabowo pelayanan kesehatan itu sampai di level desa. Dan untuk itu, Kementerian Kesehatan sudah memudahkan regulasi-regulasi agar KDMP ini nanti bisa segera beroperasi di level desa," ujar Budi, Selasa (28/7/2026).

Dia menjelaskan, yang akan dibuka dan dipermudah adalah bagaimana nantinya bisa berhubungan dengan apotek-apotek atau klinik-klinik yang ada di level kota apabila ingin  mendistribusikan layanan serta produknya sampai ada di desa-desa.

"Memang yang penting di sini adalah bagaimana bisa berkoordinasi dengan Poskesdes di bawah Kementerian Desa yang sudah ada di 85 ribu desa dan Pustu di 60 ribuan desa yang ada di Kementerian Dalam Negeri agar koordinasi layanan kesehatan ini bisa diberikan secara komplementer," terang Budi.

Menurut dia, layanan yang ada di Poskesdes dan Pustu seluruhnya gratis karena pembiayaannya berasal dari BPJS dan juga anggaran pemerintah daerah.

"Ke depannya kita melihat bahwa kesuksesan dari Koperasi Merah Putih untuk memberikan layanan kesehatan ini adalah bagaimana kita bisa mengintegrasikan dengan layanan yang dimiliki oleh Kementerian Desa di Poskesdes dan layanan yang dimiliki oleh Kementerian Dalam Negeri yang ada di Pustu yang sekarang ada di 85.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia," ujar Budi.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama