Kementan Minta Pelaku Usaha Perunggasan Tidak Cari Untung Berlebihan

INGATKAN PEBISNIS UNGGAS: Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum HKTI, Sudaryono, memperingatkan para pebisnis perunggasan untuk tidak mengambil keuntungan sepihak secara berlebih - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mewanti-wanti para peternak dan pebisnis perunggasan untuk tidak mengambil keuntungan semena-mena. Menurutnya, harga pangan harus dijaga secara seimbang, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Hal tersebut disampaikannya usai mengumpulkan sejumlah peternak ayam di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan). Ia menegaskan bahwa dalam ekosistem bisnis ini, tidak boleh ada pihak yang dirugikan.

"Semua orang tidak boleh ada yang dirugikan. Peternaknya harus untung dan kemudian konsumennya juga tidak boleh dirugikan," tegas Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menyikapi harga ayam dan telur yang saat ini sedang mengalami penurunan di tingkat peternak, ia menekankan agar harga jualnya jangan sampai lebih rendah dari harga pokok produksi (HPP). Namun di sisi lain, harga di tingkat konsumen juga tidak boleh melonjak terlalu mahal.

"Jadi kalau orang berbisnis di bidang perunggasan, baik telur atau daging ayam, itu sama seperti komoditas lain seperti beras dan jagung yang masuk dalam kategori bapokting (barang pokok penting). Tidak mungkin dan tidak boleh mengambil keuntungan secara ugal-ugalan," jelasnya.

Menurut Sudaryono, mekanisme perdagangan sengaja diatur oleh pemerintah agar peternak maupun konsumen sama-sama terlindungi.

"Tidak boleh ada pihak yang untung besar-besaran di atas penderitaan orang lain, baik itu rakyat sebagai pembeli maupun rakyat sebagai peternak atau petani," sambung Wakil Menteri Pertanian ini.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama