![]() |
| PRESTASI INTERNASIONAL: Electriciteam SMKN 1 Paringin kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional - Foto Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Electriciteam SMKN 1 Paringin kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tim inovasi sekolah ini meraih Awardee Top 20 Global sekaligus 6 penghargaan khusus pada ajang Ciena Solutions Challenge Sustainability Awards 2026 yang diselenggarakan Digital Promise di Washington DC, Amerika Serikat.
Keikutsertaan di 2026 menjadi tahun kedua berturut-turut bagi Electriciteam. Pada 2025 tim ini telah meraih Awardee Top 20 dan Best Application of Technology to Benefit Society melalui proyek AKURAT. Tahun ini capaian dilampaui dengan prestasi lebih gemilang.
FLOWSAFE Raih 7 Penghargaan Internasional
Prestasi tersebut diraih melalui proyek FLOWSAFE (Flood Water Triggered Safety System) yang dikembangkan oleh tim beranggotakan M. Ainul Ilmi, Novi Norsfa, M. Rifky Maulana, dan M. Reigi Alfarizi.
Electriciteam mewakili Indonesia dengan menghadirkan solusi teknologi keselamatan masyarakat di wilayah rawan banjir. FLOWSAFE dirancang untuk mendeteksi dan memantau ketinggian air secara real-time. Ketika air melewati batas aman, sistem otomatis memutus aliran listrik untuk mencegah korsleting dan sengatan listrik. Setelah kondisi aman, listrik terhubung kembali otomatis.
Dari kondisi banjir yang kerap menimbulkan risiko lanjutan akibat instalasi listrik manual, FLOWSAFE hadir sebagai mitigasi sederhana yang meningkatkan keselamatan warga.
Melalui FLOWSAFE, Electriciteam meraih:
1. Awardee Top 20 Internasional
2. Best Real-World Engineering Solution
3. Best Educational Outcome
4. Best Video Best Editing
5. Most Creative Trademark
6. Best Scoping of Problem
7. Best Explanation of SDG Impacts
FINGER Juga Raih Awardee YouthMADE Festival Grant 2026
Selain FLOWSAFE, Electriciteam juga menorehkan prestasi lewat subprogram YouthMADE Festival Grant Ciena Solutions Challenge 2026. Tim Yuda Afrijal, Mustika, M. Rifky Maulana, dan Jahidin menjadi Awardee melalui proyek FINGER (Fingerprint Identification for Networked Attendance Record).
FINGER adalah sistem presensi siswa berbasis sidik jari dan Internet of Things yang merekap data kehadiran otomatis ke Google Spreadsheet serta mengirim notifikasi ke WhatsApp secara real-time. Proyek ini tidak hanya untuk kompetisi, tetapi telah diimplementasikan di SMKN 1 Paringin sejak Oktober 2024 sebagai penguatan administrasi sekolah berbasis digital.
Kepala Sekolah & Pembina Sukamto, Kepala SMKN 1 Paringin, menyampaikan apresiasi tinggi bahwa eberhasilan Electriciteam bukti siswa SMK mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi dari persoalan nyata masyarakat.
"Prestasi ini jadi motivasi siswa lain untuk terus belajar, berinovasi, dan berani kembangkan potensi," ujarnya.
Menurutnya, di balik capaian ini ada proses panjang: perancangan alat, pengujian sistem, penyusunan laporan, hingga pembuatan video presentasi untuk juri global. Konsistensi, kerja sama tim, dan manajemen waktu jadi kunci keberhasilan.
Dukungan Komunitas
Sementara itu , M. Rahmadoni, Ketua Organizing Committee Light Community21, menyambut baik capaian ini dan berharap pengalaman internasional jadi penyemangat untuk terus berkarya bermanfaat.
Indra Purnama, perwakilan Sintelnas97, menilai prestasi Electriciteam menunjukkan besarnya potensi generasi muda menghadirkan solusi teknologi berdampak nyata.
Inovasi dari Sekolah untuk Dunia
Melalui FLOWSAFE dan FINGER, siswa SMKN 1 Paringin membuktikan inovasi dari lingkungan sekolah mampu memberi manfaat nyata sekaligus bersaing di panggung dunia.
"Bagi Electriciteam, penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus berkarya, memperluas dampak inovasi, dan menghadirkan solusi teknologi yang relevan bagi masyarakat," tutup Sukamto.(rls/elhami)

.png)
.png)