PLN Bersama Densus 88 Edukasi Karyawan Terkait Pencegahan Radikalisme

SOSIALISASI IRET: Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., M.AP., saat menyampaikan materi mengenai strategi deteksi dini terhadap IRET, termasuk fenomena Nihilisme dan True Crime Community yang berkembang di ruang digital kepada insan PLN UP3 Palangka Raya - Foto Dok PLN.

TOPRILIS.COM, KALSEL – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus berupaya memperkuat budaya kerja yang aman, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Sosialisasi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang diselenggarakan PLN UP3 Palangka Raya bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror Polri.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh seluruh pegawai PLN UP3 Palangka Raya. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Narasumber, Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror Polri, Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., M.AP.

Hadir sebagai narasumber, Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror Polri, Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., M.AP., menyampaikan materi mengenai strategi deteksi dini terhadap IRET, termasuk fenomena Nihilisme dan True Crime Community yang berkembang di ruang digital. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi secara bijak menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berkembangnya pengaruh negatif di tengah masyarakat.

“Perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak sangat cepat dan dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, setiap individu perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara kritis, memahami risiko yang ada, serta tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di ruang digital,” kata Ganjar.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai indikator penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai persatuan, pentingnya literasi digital, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan sosial tetap kondusif. Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi dan informasi.

Manager PLN UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperluas wawasan pegawai terhadap berbagai isu yang berkembang saat ini. Dengan pemahaman yang baik, setiap insan PLN diharapkan mampu bersikap lebih bijak dalam menyikapi informasi, menjaga keharmonisan, serta berkontribusi menciptakan suasana kerja yang aman dan produktif,” kata Bagus.

Foto Bersama bersama Pegawai PLN Palangka Raya dan Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono. Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk insan PLN yang berintegritas dan mampu menghadapi berbagai dinamika sosial di era digital. 

“PLN berkomitmen untuk terus membangun budaya kerja yang inklusif, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat semangat persatuan di seluruh lingkungan kerja. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap setiap insan PLN dapat menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat rasa kebangsaan di tengah masyarakat,” ujar Iwan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dalam bidang pekerjaannya, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kerja maupun masyarakat.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama