Mudah dan Cepat! 7 Inovasi Baru Puskesmas Paringin Siap Layani Masyarakat Balangan

KEMBANGKAN INOVASI: Puskesmas Paringin terus menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan inovasi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga - Foto Net.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Puskesmas Paringin terus menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan inovasi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Komitmen ini diwujudkan lewat tujuh inovasi layanan: E-Bu Susi, Kapal Tacenting Season 2, Resol Mayu, Sim Gigi, Kalimat, Sicantik Mengamuk, dan Sambung Raga.

Inovasi-inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari pencegahan penyakit tidak menular, penanganan stunting, kemudahan konsultasi kesehatan, pengendalian penyakit menular, hingga penguatan partisipasi masyarakat untuk kesehatan lingkungan dan ketersediaan darah.

7 Inovasi Unggulan Puskesmas Paringin:

1. E-Bu Susi – Buku Saku Hipertensi Elektronik
Media digital praktis berisi informasi pencegahan dan pengendalian hipertensi. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, dan rutin cek kesehatan.

2. Kapal Tacenting Season 2 – Kumpulan Pelihara Tanaman Cegah Stunting
Mendorong keluarga memanfaatkan tanaman pangan bergizi di pekarangan rumah. Gerakan sederhana ini berdampak pada pemenuhan gizi anak dan kemandirian pangan keluarga.

3. Resol Mayu – Resep Online untuk Masyarakat Umum
Media penyampaian resep, panduan, dan edukasi kesehatan secara online. Masyarakat lebih mudah dapat informasi bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga sehari-hari.

4. Sim Gigi – Sistem Informasi Monitoring dan Konsultasi Kesehatan Gigi
Mempermudah pemantauan dan konsultasi kesehatan gigi. Inovasi ini mendorong masyarakat peduli pemeriksaan gigi rutin dan pencegahan masalah gigi sejak dini.

5. Kalimat – Kalender Minum Obat TB
Membantu pasien Tuberkulosis disiplin minum obat sesuai jadwal. Kepatuhan minum obat jadi kunci keberhasilan pengobatan TB.

6. Sicantik Mengamuk – Siswa-Siswi Pencari Jentik dan Memberantas Sarang Nyamuk
Melibatkan pelajar sebagai agen perubahan. Mereka aktif PSN, cegah Demam Berdarah Dengue, dan membentuk perilaku hidup bersih sehat di sekolah maupun rumah.

7. Sambung Raga – Desa Amankan Bantu Sumbang Darah Warga
Membangun kepedulian dan kesiapsiagaan desa dalam membantu ketersediaan darah. Inovasi ini memperkuat solidaritas sosial dan gotong royong masyarakat.

Komitmen Pelayanan Dekat, Mudah, dan Berdampak

Kepala Puskesmas Paringin, dr. Hj. Aulia Asmi Setiawaty, menyampaikan seluruh inovasi adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan berdampak langsung.

“Puskesmas Paringin terus berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Melalui tujuh inovasi ini, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, keluarga, sekolah, dan desa untuk lingkungan lebih sehat serta pelayanan yang semakin responsif,” ujar dr. Hj. Aulia.

Ia menambahkan keberhasilan inovasi juga ditentukan partisipasi masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat.

“Kami berharap inovasi-inovasi ini terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Balangan, khususnya wilayah kerja Puskesmas Paringin. Kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama jadi kunci agar derajat kesehatan masyarakat meningkat,” tambahnya.

Melalui tujuh inovasi ini, Puskesmas Paringin menegaskan perannya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang aktif di bidang promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan hadirnya inovasi-inovasi tersebut, pelayanan kesehatan di Kabupaten Balangan diharapkan semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama