Lebih Praktis, Begini Skema Distribusi CNG untuk Kebutuhan Rumah Tangga

DISTRIBUSI CNG: Skema distribusi compressed natural gas (CNG) untuk rumah tangga dengan mekanisme yang menyerupai distribusi LPG - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema distribusi compressed natural gas (CNG) untuk rumah tangga dengan mekanisme yang menyerupai distribusi LPG. Dalam skema tersebut, masyarakat tidak perlu membeli maupun menyewa tabung CNG.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan distribusi CNG akan melibatkan Pertamina dengan sistem agen dan pangkalan seperti yang telah diterapkan pada LPG.

“Polanya mengikuti LPG. Ada fungsi agen dan pangkalan, sehingga harus dikerjasamakan dengan Pertamina,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).

Menurut dia, tabung CNG nantinya menjadi aset badan usaha, bukan milik konsumen. Masyarakat hanya menukarkan tabung saat mengisi ulang tanpa harus membeli tabung baru.

“Tabung itu milik badan usaha. Masyarakat tinggal tukar tabung dan hanya membeli isi gasnya,” ujarnya.

Kemarin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah menyiapkan program konversi sebagian konsumsi liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG) guna mengurangi ketergantungan impor dan menekan beban subsidi energi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas penggunaan CNG sebagai alternatif LPG. Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan gas yang cukup besar, terutama gas dengan kandungan metana dan etana (C1 dan C2) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar CNG.

Ia mencontohkan temuan cadangan gas baru oleh ENI di Kalimantan Timur yang mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF), ditambah potensi lain sekitar 2 TCF. Lapangan tersebut diproyeksikan mulai berproduksi pada 2028–2029.(liputan6.com/elh

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama