Kepala BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Maksimalkan 27 Ribu SPPG

MORATORIUM: Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan pihaknya akan memoratorium dapur baru - Foto Net.


TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan pihaknya akan memoratorium dapur baru.

Menurut dia, saat ini jumlah dapur MBG yang telah beroperasi mencapai lebih dari 27 ribu unit.

Untuk itu, pemerintah memilih menata dapur yang sudah ada sebelum membuka pendaftaran baru.

“Jadi, sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan dan sebagainya. Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini,” ucap Nanik, pada Kamis (4/6).

Dia mencontohkan, kebutuhan dapur akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Misal dalam satu kecamatan cukup enam SPPG.

“Lalu apakah nanti dibuka? Kalau kemudian setelah kita lihat kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya,” kata dia.

Nanik menuturkan kebijakan tersebut juga dilakukan untuk mendorong pemerataan program MBG karena saat ini konsentrasi dapur masih banyak berada di wilayah perkotaan dan aglomerasi.

“Jadi, kami beresi dulu, karena jujur sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi, Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai durasi moratorium, Nanik belum memberikan batas waktu pasti.

Namun, dia menegaskan penataan akan dilakukan secepat mungkin agar distribusi layanan lebih merata dan efisien.

“Ya secepatnyalah ya. Pokoknya intinya pemerataan. Pemerataan itu dalam arti bukan dapur yang harus dapat PM, tapi pemerataan dalam arti semua anak-anak harus dapat, tapi juga tidak dengan banyak dapur,” tambahnya.(jpnn.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama