Harga Anjlok, Bapanas Siapkan Bansos 1 Kg Ayam dan 10 Telur

SIAPKAN BANSOS: Pemerintah tengah mengkaji penyerapan daging ayam dan telur melalui program bantuan pangan - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji penyerapan daging ayam dan telur melalui program bantuan pangan. Hal ini menyusul harga ayam ras pedaging hidup (live bird) di tingkat peternak anjlok dan masih berada di bawah harga acuan pembelian (HAP).

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) hingga 8 Juni 2026, rata-rata harga ayam ras pedaging hidup di tingkat peternak secara nasional di angka Rp 22.382 per kilogram (kg). Angka ini masih berada sekitar 10,47% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 25.000 per kg.

Bahkan jika dibandingkan bulan sebelumnya, harga tersebut masih mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peternak masih menghadapi tekanan akibat harga jual yang belum kembali ke level yang wajar.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah intervensi cepat demi mendongkrak kembali harga di tingkat produsen ke level yang wajar.

"Kami akan melakukan kolaborasi dengan menstabilkan kembali harga ayam. Kebetulan daging ayam ras di tingkat produsen juga mengalami penurunan. Tentu juga kita akan lakukan intervensi bersama-sama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian," ujar Ketut dalam unggahan di akun Instagram @badanpangannasional, dikutip Jumat (12/6/2026).

Anjloknya harga ini menjadi perhatian serius. Sebagai negara produsen daging ayam yang besar, ketidakstabilan harga di tingkat peternak bisa memicu efek domino yang berbahaya bagi ketahanan pangan nasional.

Jika harga ayam dan telur terus di level terendah, para peternak dipastikan merugi. Dampak jangka panjangnya, mereka bisa terpaksa mengurangi populasi ternak atau bahkan gulung tikar alias berhenti beroperasi.

Akibatnya, rantai pasok nasional bakal mengganggu dan memicu kelangkaan pasokan di masa depan. Untuk itu, pemerintah perlu menjaga harga tetap wajar bagi peternak dan konsumen.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah, yakni menyerap produk melalui program bantuan pangan alias bansos. Skema ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024 oleh ID FOOD.

"Bantuan pangan berisi 1 kg daging ayam dan 10 butir telur ayam, diberikan kepada 1,4 juta keluarga selama 3 bulan," tulis Bapanas dalam unggahan di akun Instagram.

Dalam pelaksanaan bantuan pangan, ID FOOD berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan UMKM. Pada 2024, ID FOOD bermitra dengan total 8.778 peternak. Rinciannya, 6.895 peternak ayam telur dan 1.883 peternak ayam broiler.(detik.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama