DKP3 Balangan Kembangkan Berbagai Inovasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelayanan Publik

KEMBANGKAN INOVASI: Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan terus menghadirkan berbagai inovasi yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta mendorong pelayanan publik yang lebih efektif dan berbasis teknologi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan terus menghadirkan berbagai inovasi yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Berbagai inovasi tersebut dikembangkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan pangan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan sistem informasi dan pendekatan pelayanan yang lebih terintegrasi.

Inovasi Unggulan DKP3 Kabupaten Balangan:

1. Berani Gesit (B2SA Sejak Dini untuk Generasi Bebas Stunting)
Bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sejak usia dini sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan. Inovasi ini juga menjadi sarana edukasi masyarakat dalam membangun pola konsumsi pangan sehat dan bergizi berbasis potensi pangan lokal.

2. Bertani (Beli Beras Dari Petani)
Dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui pembelian hasil produksi beras secara langsung dari petani lokal. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas harga hasil pertanian, memperpendek rantai distribusi, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

3. E-Bapak Tani (Bank Data Penyaluran Bantuan ke Kelompok Tani Berbasis Elektronik)
Inovasi berbasis digital untuk mendukung pengelolaan data bantuan pertanian secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem ini, proses penyaluran bantuan kepada kelompok tani dapat dilakukan lebih tepat sasaran serta memudahkan monitoring dan evaluasi program bantuan pemerintah.

4. Si Enak (Sistem Informasi Elektronik Peternakan)
Berfungsi sebagai sistem informasi terpadu untuk mendukung pengelolaan data peternakan, pelayanan kesehatan hewan, serta monitoring perkembangan sektor peternakan secara lebih efektif dan efisien.

5. Si Intan (Sistem Indeks Pertanaman)
Dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data pola tanam dan indeks pertanaman secara lebih akurat dan terintegrasi, sehingga dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Balangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi, menyampaikan bahwa inovasi-inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih modern, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani, peternak, dan pelaku usaha pangan.

“Inovasi yang kami kembangkan tidak hanya berorientasi pada digitalisasi pelayanan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan kualitas pelayanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat mendukung pembangunan sektor pertanian dan pangan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penguatan inovasi di sektor ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, termasuk peningkatan kebutuhan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Pemerintah Kabupaten Balangan optimis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Balangan yang lebih maju dan sejahtera.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama