![]() |
| PELATIHAN BARBERMAN: Program Akhlak dan Wirausaha Pelatihan Barberman - Foto Dok PT Adaro Indonesia. |
TOPRILIS.COM, KALSEL - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung resmi menutup Program Akhlak dan Wirausaha Pelatihan Barberman, Senin (11/5).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tabalong dengan PT Adaro Indonesia beserta mitra kerjanya, yakni PT Sapta Indra Sejati (SIS) dan PT Putra Perkasa Abadi (PPA).
Pelatihan ini diikuti oleh total 32 peserta yang terbagi dalam dua kelas. Kelas pertama dilaksanakan pada 6 April hingga 22 April 2026, sementara kelas kedua berlangsung dari 24 April hingga 8 Mei 2026.
Para peserta berasal dari wilayah operasional PT Adaro, santri pondok pesantren, hingga remaja masjid di wilayah Kabupaten Tabalong.
Kepala UPT BLK Tanjung, Agoes Noor Zain, dalam laporannya menyampaikan bahwa setiap angkatan menjalani pelatihan intensif selama 12 hari. Selain dibekali keahlian teknis, para peserta juga akan mendapatkan tool kit atau peralatan usaha untuk mendukung mereka memulai usaha mandiri.
Bahkan, beberapa peserta dilaporkan telah siap membuka usaha di bidang jasa pangkas rambut (barberman) segera setelah pelatihan berakhir.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Faisal Rahman, yang hadir mewakili Kepala Dinas, memberikan apresiasi atas kelengkapan materi pelatihan ini.
Menurutnya, pelatihan ini sangat komprehensif. Selain diajarkan keterampilan teknis memotong rambut, pelatihan ini juga memberi pembekalan mengenai wirausaha serta penguatan akhlak dalam berbisnis.
"Harapan kami, pelatihan ini bisa dipraktikkan dan menjadi modal untuk mendapatkan penghasilan. Wiraswasta adalah solusi masa depan ketika lapangan pekerjaan terbatas," ujar Faisal saat membacakan sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja.
Program ini secara khusus dirancang untuk mendukung visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Tabalong tahun 2025-2030, yakni mencetak 15.000 tenaga kerja terampil.
Yuri Budhi Sujalmi, CSR PT Adaro Indonesia mengungkapkan bahwa apa yang telah didapatkan oleh para peserta dapat menjadi hal yang bermanfaat dan beramal jariyah.
"Ilmunya jangan disimpan. Dipraktikkan. Digunakan untuk usaha, insya Allah nanti amal jariyah," tuturnya.(rls/elhami)

