TOPRILIS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, menekankan pentingnya transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini dinilai krusial untuk mendekatkan layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga tingkat desa.
Hal itu disampaikan Tri saat menghadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Gampong Geudeumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan bahwa Posyandu kini harus menjadi pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan enam layanan dasar bagi masyarakat.
Tema peringatan tahun ini, “Transformasi Posyandu Enam SPM: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Tri menjelaskan, Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa yang strategis dalam menghadirkan layanan langsung kepada warga secara by name by address.
Dia menambahkan, melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, pemerintah mendorong Posyandu bertransformasi menjadi pusat layanan di tingkat desa. Konsep ini, menurutnya, mirip dengan Mal Pelayanan Publik, namun dalam skala desa yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
“Jadi satu tempat yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat, tetapi di tingkat desa. Itulah Posyandu enam SPM,” jelasnya.
Dorong Pemda Segera Registrasi Posyandu
Tri juga mendorong pemerintah daerah di Aceh untuk segera meregistrasi Posyandu sebagai Posyandu enam SPM. Langkah ini penting untuk mempercepat pelaksanaan program sekaligus membuka peluang dukungan bantuan yang mensyaratkan legalitas kelembagaan.
Dia menyebut, target pemerintah hingga 2029 adalah mendaftarkan seluruh Posyandu di bawah pemerintahan desa dan kecamatan agar terintegrasi dalam sistem pelayanan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Tri turut menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, mulai dari sumur bor, kompor tungku, santunan BPJS bagi ahli waris, hingga ratusan paket sembako, perlengkapan ibadah, perlengkapan dapur, serta kebutuhan sekolah dan pakaian bagi warga.
Usai penyerahan bantuan, Tri meninjau langsung implementasi Posyandu enam SPM melalui enam stan pelayanan. Dia mengunjungi mobil perpustakaan keliling pada bidang pendidikan, layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis pada bidang kesehatan, hingga layanan infrastruktur dasar pada bidang pekerjaan umum.
Peninjauan dilanjutkan ke stan perumahan rakyat, layanan pengaduan keamanan dan ketertiban (Trantibumlinmas), serta pelayanan sosial bagi lansia. Sebelum itu, Tri juga menyempatkan diri mengunjungi Posyandu Intan Permata Gampong Geudeumbak, melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas MCK umum, serta meninjau pasar murah.
Acara ini turut dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Wakil Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Aceh Utara Musliana Ismail, Keuchik Ulee Rubek Timur Azhari, serta pengurus TP Posyandu Pusat dan pengurus TP PKK Pusat.(liputan6.com/elh)
Hal itu disampaikan Tri saat menghadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Gampong Geudeumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan bahwa Posyandu kini harus menjadi pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan enam layanan dasar bagi masyarakat.
“Pelayanan masyarakat itu minimal ada enam, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, Trantibumlinmas, serta sosial. Ini yang harus diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Tema peringatan tahun ini, “Transformasi Posyandu Enam SPM: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Tri menjelaskan, Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa yang strategis dalam menghadirkan layanan langsung kepada warga secara by name by address.
Dia menambahkan, melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, pemerintah mendorong Posyandu bertransformasi menjadi pusat layanan di tingkat desa. Konsep ini, menurutnya, mirip dengan Mal Pelayanan Publik, namun dalam skala desa yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
“Jadi satu tempat yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat, tetapi di tingkat desa. Itulah Posyandu enam SPM,” jelasnya.
Dorong Pemda Segera Registrasi Posyandu
Tri juga mendorong pemerintah daerah di Aceh untuk segera meregistrasi Posyandu sebagai Posyandu enam SPM. Langkah ini penting untuk mempercepat pelaksanaan program sekaligus membuka peluang dukungan bantuan yang mensyaratkan legalitas kelembagaan.
Dia menyebut, target pemerintah hingga 2029 adalah mendaftarkan seluruh Posyandu di bawah pemerintahan desa dan kecamatan agar terintegrasi dalam sistem pelayanan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Tri turut menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, mulai dari sumur bor, kompor tungku, santunan BPJS bagi ahli waris, hingga ratusan paket sembako, perlengkapan ibadah, perlengkapan dapur, serta kebutuhan sekolah dan pakaian bagi warga.
Usai penyerahan bantuan, Tri meninjau langsung implementasi Posyandu enam SPM melalui enam stan pelayanan. Dia mengunjungi mobil perpustakaan keliling pada bidang pendidikan, layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis pada bidang kesehatan, hingga layanan infrastruktur dasar pada bidang pekerjaan umum.
Peninjauan dilanjutkan ke stan perumahan rakyat, layanan pengaduan keamanan dan ketertiban (Trantibumlinmas), serta pelayanan sosial bagi lansia. Sebelum itu, Tri juga menyempatkan diri mengunjungi Posyandu Intan Permata Gampong Geudeumbak, melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas MCK umum, serta meninjau pasar murah.
Acara ini turut dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Wakil Ketua TP Posyandu Provinsi Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Aceh Utara Musliana Ismail, Keuchik Ulee Rubek Timur Azhari, serta pengurus TP Posyandu Pusat dan pengurus TP PKK Pusat.(liputan6.com/elh)
Tags
Nasional
