Lewat SISI LOKBANA, BPBD Balangan Salurkan Logistik Korban Kebakaran Paringin Kota dan Merah Awayan

SERAHKAN BANTUAN: BPBD Kabupaten Balangan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana - Foto Dok BPBD Balangan.


TOPRILIS.COM, KALSEL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.

Penyerahan bantuan logistik dilakukan untuk korban kebakaran di Kelurahan Paringin Kota dan Desa Merah, Kecamatan Awayan.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hapiji, Minggu (31/5/2026) mengatakan, bantuan disalurkan melalui program SISI LOKBANA atau Sistem Siaga Logistik untuk Korban Bencana, yang menjadi layanan cepat tanggap BPBD Balangan bagi masyarakat terdampak.

"Paket bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan dasar seperti air minum kemasan Amidis, mi instan Indomie, tas logistik BNPB, perlengkapan mandi, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya," ujarnya.

Bantuan langsung diserahkan kepada warga di lokasi kejadian dengan disaksikan petugas BPBD dan aparat setempat.

Pada spanduk penyerahan tampak foto Bupati Balangan H. Abdul Hadi dan Kepala Pelaksana BPBD Balangan H. Rahmi, S.H.I.

"Hal ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan untuk hadir dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat," tegasnya.

Lebih lanjut menurutnya, melalui SISI LOKBANA, BPBD Balangan berupaya memastikan ketersediaan logistik siaga bencana dapat segera disalurkan saat terjadi musibah.

Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah agar korban bencana dapat segera bangkit dan memenuhi kebutuhan dasar pasca kejadian.

"BPBD Kabupaten Balangan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama kebakaran dan segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," tutupnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama